Damai dan Sejuk


Bila kita amati berita di media, kita akan melihat betapa situasi kehidupan di negeri ini seolah kian ricuh saja. Belum habis satu peristiwa, muncul peristiwa lain yang tak kalah hebohnya. Konflik hukum, tawuran antar warga, tragedi kemanusiaan, intrik politik dan sebagainya, senantiasa mewarnai pemandangan di layar kaca kita. Apakah hingar-bingar berita di media itu merupakan potret atau gambaran seutuhnya akan situasi negeri ini atau hanya manipulasi media belaka? entahlah!

Yang jelas, di sisi kehidupan yang lain, kita merasakan denyut kehidupan ini ternyata penuh kedamaian. Kedatangan dua tokoh Hadramaut baru-baru ini, Habib Salim bin Abdullah as-Syathiri dan Habib Umar bin Hafiz, menghembuskan suasana yang sungguh teramat teduh. Sementara itu, majelis zikir dan majelis taklim kian menjamur saja di masjid-masjid dan surau-surau.

Satu di antara majelis yang menawarkan kesejukan rohani dan sekaligus memperkaya khazanah Islam di negeri ini adalah majelis Hadrah Basaudan. Majelis ini berisi pembacaan Hadrah Basaudan yang merupakan kumpulan syair sufistik karya Syekh Abdullah bin Ahmad Basaudan. Majelis ini lahir di Hadramaut dan kini tersebar luas ke Timur Tengah, Afrika, sampai Nusantara tercinta kita.

Untuk itu, sengaja pada edisi kali ini kami mempersembahkan tema Hadrah Basaudan beserta bonus kitab dan VCD pembacaannya. Dengan kedua hadiah itu, kami berharap pembaca bisa mengenal Hadrah Basaudan dan mengamalkannya di tempat masing-masing. Kami juga menyertakan daftar majelis Hadrah Basaudan yang ada di Indonesia pada bagian akhir VCD dan pada rubrik Akhbar sehingga pembaca bisa menghadirinya bila berkesempatan. 

Beberapa tulisan menarik di Cahaya Nabawiy pada edisi ini juga perlu disimak dengan seksama. Menepis Paham Liberal di rubrik Fikrah, Karunia Tiada Terhingga di rubrik Ijtihad, “Suami –Istri” Putih Abu-Abu di rubrik Syabab dan Santun Berbahasa di rubrik Mimbar adalah tulisan-tulisan yang tentu sangat menarik.Semoga edisi kali ini dapat menginspirasi pembaca agar kian bersemangat menghadiri majelis-majelis yang penuh rahmat dan pahala, tanpa pusing lagi dengan segala kekacauan yang ditayangkan media…..!Red***

Dikutip dari Majalah Cahaya Nabawiy Edisi 92.

Be the first to comment on "Damai dan Sejuk"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*