Hukum Shalat Birrul Walidain

Posted by

shalat-birrul-walidain

 

Assalamu’alaikum. Bercahaya selalu Cahaya Nabawiy. Aku mau tanya. Bagaimana sih hukumnya shalat birrul walidain itu ? Karena ada sebagian orang yang melaksanakannya dan sebagian orang lagi menganggapnya bid’ah. Mohon penjelasannya.

 

Rofiq

Denpasar – Bali

081358272xxx

Waalaikumussalam warohmah

Imam Abu Tholib Al-Makki dalam kitab Qutul Qulub dan Imam Al-Ghozali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin berkata:

 

قال أبو هريرة رضي الله عنه، قال النبـي : مَنْ صَلَّى لَيْلَةَ الخَمِيسِ ما بَـيْنَ المَغْرِبِ وَالعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ يَقْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ فَاتِحَةَ الكِتَابِ وَآيَةَ الكُرْسِيِّ خَمْسَ مَرَّاتٍ وَقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ خَمْسَ مَرَّاتٍ وَالمُعَوِّذَتَيْنِ خَمْسَ مَرَّاتٍ، فَإِذَا فَرَغَ مِنْ صَلاتِهِ اسْتَغْفَرَ اللَّهَ تَعَالَى خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً وَجَعَلَ ثَوَابَهُ لِوَالِدَيْهِ فَقَدْ أَدَّى حَقَّ وَالِدَيْهِ عَلَيْهِ.

“Bekata Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa yang mengerjakan shalat pada malam Kamis pada waktu antara maghrib dan isya’ dengan dua rakaat, setiap rakaat membaca surat fatihah, ayat kursi lima kali, surat Al-Ikhlash lima kali, surat Al-Falaq lima kali, surat An-Nas lima kali, kemudian setelah selesai shalat membaca istighfar lima belas kali dan menjadikan pahalanya untuk kedua orang tuanya, maka dia telah menunaikan hak kedua orang tuanya atas dirinya.”

Hadits di atas diriwayatkan oleh Imam Abu Musa Al-Madini dan Abu Manshur Al-Daylami dalam kitab Musnadul Firdaus. Imam Al-Iroqi menilai hadits ini sebagai hadits dlo’if (lemah).

Sayang anda tidak menyebutkan secara rinci praktek shalat birrul walidain yang anda maksudkan. Jika yang anda maksudkan seperti di atas, maka menurut imam Al-Ghozali shalat tersebut bukan tergolong amalan yang bid’ah. Lihat: Ihya’ Ulumuddin. Juz. 1. Hal. 180. Tafsir Ruhul Bayan. Juz. 7. Hal. 62.

 

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *