perang-ssalib-1-3

Sejarah Konflik Yerusalem Pasca Wafatnya Nabi Sulaiman

Posted by

Sebagaimana dimaklumi, kota Jerussalim merupakan kota yang diklaim secara fanatik oleh orang Yahudi sebagai kota suci. Jerussalim bagi umat Yahudi merupakan negeri yang dijanjikan oleh Nabi Musa a.s. Negeri Kanaan (sekarang Palestina dan Israel) merupakan wilayah kekuasaan orang-orang Hebrew (Ibrani) keturunan bangsa Israil yang pernah eksodus pada sekitar abad 13 SM dipimpin Nabi Musa a.s. keluar dari penindasan dan perbudakan Fir’aun. Nabi Daud dan Nabi Sulaiman merupakan dua raja bangsa Hebrew yang berkuasa di abad 10 SM setelah Daud mengalahkan pasukan Goliath dari Babelonia.

Pasca era Nabi Sulaiman, Kanaan atau Palestina serta kuil dan istana megah yang pernah dibangun oleh Nabi Sulaiman a.s. dihancurkan oleh pasukan Nebukadnessar, penguasa Babelonia (sekarang Irak) yang paling terkenal setelah Hammurabi. Tak ada yang tersisa dari penghancuran itu selain sebuah tembok yang sekarang dikenal dengan istilah Tembok Ratapan. Peristiwa itu terjadi pada tahun 587 SM. Orang Ibrani pasca era Nabi Sulaiman mengalami dua kali penaklukan oleh bangsa Babelonia. Bangsa Ibrani adalah bangsa yang banyak diturunkan nabi ke sana oleh Allah SWT. Mereka juga keturunan Nabi Ibrahim a.s. dari jalur Ya’qub bin Ishaq.

Di samping orang Yahudi, umat Kristiani juga menganggap kota Jerussalim sebagai kota suci mereka. Nabi Isa Al-Masih terlahir di Betlehem (Baitul-Lahm) di arah selatan dari Masjid Al-Aqsha. Dakwah Nabi urutan ke 24 dalam Al-Qur’an itu banyak dilakukan di wilayah Nazareth, sehingga ajaran Nabi Isa a.s. identik dengan nama ajaran Nasrani (nisbat pada Nazareth). Namun pada akhirnya Nabi Isa juga dikhianati oleh kedengkian orang-orang Yahudi dengan menghasut penguasa Byzantium di wilayah itu. Akhirnya Allah SWT menyelamatkan Nabi Isa a.s. dan mengangkatnya ke langit, dan akan diturunkan kembali kelak menjelang Kiamat dengan menjalankan syariat Nabi Muhamamd SAW.

Pada era pemerintahan Khalifah Umar r.a. yang berpusat di Madinah, Jerussalim jatuh ke tangan umat Islam tanpa peperangan. Masjid Al-Aqsha juga menjadi bagian dari peradaban dan rumah ibadah bagi umat Islam. Hal ini berlangsung selama berabad-abad, sampai pada masa penyerbuan tentara Salib pada akhir abad 11 Masehi. Sejak peristiwa Perang Salib tersebut, Jerussalim berada kembali di bawah kekuasaan bangsa Barat meski pun sempat direbut kembali oleh pasukan muslim pada tahun 1187 di bawah pimpinan Shalahuddin al-Ayyubi, penguasa pertama Mesir dari dinasti Ayyubi.

Hingga kini Jerussalim merupakan kota suci yang diklaim oleh 3 umat agama samawi. Bagi umat Islam Masjid Al-Aqsha juga memiliki nilai lebih sebagaimana Masjid al-Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah. Beribadah di tiga masjid tersebut memiliki nilai pahala yang lebih dari pada masjid lainnya di seluruh dunia.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *