1604243shutterstock-146024816780x390

Makna Hadits Kadalfaqru An Yakuna Kufron

Posted by

Tolong jelaskan asbabulwurud hadits” kadalfaqru an yakuna kufron”  dan apakah fakir di hadits tersebut menyangkut masalah materi atau iman? Syukron.

 

Naqib

Tegal – Jateng

082137000xxx

 

Hadits yang anda maksud adalah:

عن أَنسٍ بن مالك  رضَي اللَّهُ عنهُ: قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم:كَادَ الْفَقْرُ أَنْ يَكُونَ كُفْراً. رواه أبو نعيم.

Dari Anas bin Malik RA. Rasulullah SAW bersabda: Hampir saja kondisi fakir menyebabkan kufur. HR. Abu Nu’aim.

Dari segi sanad (mata rantai riwayat hadits), hadits ini tergolong hadits dlo’if karena salah satu perawinya bernama Yazid Arriqosyi dianggap lemah dalam meriwayatkan hadits.

Ada pun yang dimaksud dengan kondisi fakir dalam hadits diatas, menurut sebagian ulama adalah fakir hati, yakni kecendrungan hati untuk mengeluh kepada takdir dan tidak rela atas ketentuan Allah SWT. Ini ditandai dengan apabila melihat orang-orang kafir yang memiliki harta kekayaan melimpah, imannya mudah goyah.

Allah SWT berfirman:

لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي الْبِلَادِ . مَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۚ وَبِئْسَ الْمِهَادُ . لَٰكِنِ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا نُزُلًا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۗ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ لِلْأَبْرَارِ

 

(آل عمران: 196- 198).

“Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri (Yakni: kelancaran dan kemajuan dalam perdagangan dan perusahaan mereka). Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam, dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya. Akan tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya, bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya sebagai tempat tinggal (anugerah) dari sisi Allah. Dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti.” QS: Ali Imran: 196-198.

Sebab turunnya ayat ini berkaitan dengan sebagian orang-orang mukmin yang melihat orang-orang musyrik memiliki harta kekayaan melimpah serta usaha yang sukses, kemudian mereka berkata: “Sesungguhnya musuh-musuh Allah SWT hidup dalam keadaan baik, sedangkan kita hidup dengan kondisi lapar dan susah.”

Dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda:

اللَّهُمَّ إنِّـي أعُوذُ بِكَ مِنَ الفَقْرِ. رواه أبو داود والنسائي.

“Ya Allah, aku berlindung dari fakir (yakni fakir hati) . HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i.

Lihat: Mirqotul Mafatih: Juz. Vlll. Hal. 781 dan  Juz. V. Hal. 320. Tufatul Ahwadzi: Juz. Vll. Hal. 54 dan Juz. X. Hal. 49. Faidlul Qodir. Juz. lV. Hal. 542 dan Juz.ll. Hal. 150.

KH. Muhibbul Aman Ali

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *