birrul-walidain

Birrul Walidain, Kunci Kemudahan Hidup

Posted by

Posisi orang tua sangat agung. Hampir-hampir kita disuruh menyembah kepada keduanya sekali pun tentu kita tidak boleh menyembah pada manusia. Para nabi juga berbakti kepada orang tua mereka seperti kisah Al-Qur’an tentang Nabi Yahya Dan Nabi Isa. Ibnu Mas’ud pernah bertanya kepada Nabi SAW: “Amal apakah yang paling dicintai oleh Allah Azza wa Jalla?”

Beliau menjawab, “Salat tepat pada waktunya.”

Ibnu Mas’ud bertanya lagi, “Lalu apa?”

Beliau menjawab, “Berbakti pada dua orang tua.”

“Lalu apa lagi?” tanya Ibnu Mas’ud.

“Jihad di jalan Allah.”

Ternyata berbakti kepada orang tua masih lebih utama dari pada jihad fi sabilillah. Padahal jihad merupakan amal yang sangat besar pahalanya. Orang yang gugur dalam berperang di jalan Allah mendapat predikat syahid (semacam pengakuan dan “akreditasi” dari Allah). Ia berhak langsung masuk sorga. Dalam Al-Quran, para syahid disebutkan secara bersamaan dengan para nabi, para shiddiqin dan para shalihin.

Dalam banyak sabdanya, Nabi SAW selalu menyebut orang tua sebagai “jimat” bagi anak-anaknya. Kalau ada orang mengadu tidak bisa melepaskan diri dari dosa besar dan ingin bertobat, beliau bertanya, “Apa kamu masih punya orang tua?” Berbakti pada orangtua, kata beliau, dapat mengentaskan orang dari perbuatan buruknya. Berbakti pada orang tua bisa melempangkan jalan kemudahan dalam kehidupan di dunia. Sebaliknya, durhaka pada orang tua menimbulkan dosa yang sangat besar.

 

Tidak hanya itu. Allah juga menggantungkan ridha-Nya pada ridha orangtua, dan menggantungkan murka-Nya pada murka mereka. Jika orang tua ridha pada anak, maka Allah akan meridhainya. Sebaliknya, jika orang tua murka, Allah juga akan murka padanya.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *