gfgfrg

Banyak Membaca Adalah Kunci Kesuksesan

Posted by

Sejarah kemajuan umat masa lampau berawal dari ketekunan masyarakatnya membaca. Mereka seolah tidak pernah puas dengan kemajuan yang telah dicapai. Abu Bakar Al-Anbari misalnya, jatuh sakit karena seringnya membaca. Ketika sakitnya teramat kritis, datanglah seorang tabib untuk memeriksa air seninya.
Tabib ini bertanya, “Tuan telah melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh siapa pun. Sebenarnya apa yang telah Tuan lakukan?”
Al-Anbari menjawab, “Aku membaca setiap pekan sebanyak sepuluh ribu lembar.” (Zero to Hero, hlm. 43)
Demikian pula dengan Syekh Ali Ath-Thantawi yang membaca 100-200 halaman tiap hari. Bila dikalkulasi dengan umurnya yang tujuh puluh tahun, berarti beliau telah membaca sebanyak 5.040.000 halaman buku, baik buku besar mau pun buku kecil. Ia pernah berkata, “Artikelku yang telah dimuat di media massa lebih dari tiga belas ribu halaman, sedangkan yang hilang sejumlah itu juga dan bahkan lebih.”
Dari dua kisah di atas, kita dapat mengambil pelajaran yang sungguh teramat berharga. Dua ulama yang haus ilmu, mengisi hari-harinya dengan membaca. Ilmu berada di panggung utama hidup orang-orang seperti mereka. Lewat kegiatan membaca, cakrawala menjadi luas, pikiran terfokus, ucapan serta tindakan lebih berbobot dan berkualitas.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *