habib-muhammad-bin-hadi-assegaf2

Para Wali Yang Tubuhnya Memancarkan Cahaya

Posted by

Suatu hari Habib Muhammad bin Hadi Assegaf menyalakan lampu, beliau berkata:

Ini adalah cahaya lahiriyah. Jika lampu ini padam, kita tidak bisa melihat apa-apa dan akan berada dalam kegelapan. Adapun cahaya bathin adalah cahaya di hati yang dinyalakan oleh perasaan cinta dan irfan (ma’rifat). Cinta dan irfan diperoleh karena selalu taat kepada Allah Yang Maha Pengasih. Dalam diri orang yang memiliki cahaya ini akan muncul karomah. Kita ini bukannya berusaha mencari karomah-karomah tetapi malah mematikan cahaya di hati  dengan banyak melakukan maksiat dan sedikit berbuat taat.

 

Sesunguhnya telah banyak cahaya muncul. Contohnya, Imam Abu Harbah jika keluar dari rumah muncul dari tubuhnya cahaya seperti menara.

Suatu hari ketika Imam Nawawi RA sedang belajar tiba-tiba lampunya mati kemudian dari ibu jari beliau muncul cahaya. Sedang  karomah Imam Rafi’i RA ialah jika lampu mati, pepohonan menyinarinya.

 

Keramat yang agung ini tidak hanya untuk Imam Nawawi dan Imam Rafi’i saja, akan tetapi untuk semua orang termasuk kita. Ayah dan ibu mereka adalah Adam dan Hawa, mereka makan dan minum seperti kita. Akan tetapi kita tidak menempuh jalan mereka, kita terlalu cinta dunia padahal kita dituntut untuk meninggalkan dunia dan tidak sekali-kali meliriknya. Apa yang harus kita kerjakan justru kita tinggalkan.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *