habib-umar-bin-hafidz-tiba-di-indonesa-2014

Mewaspadai Tipu Daya Penguasa

Posted by

 

فلقد صدق أبو سليمان الخطابي حيث قال :
دع الراغبين في صحبتك والتعلم منك فليس لك منهم مال ولا جمال
إخوان العلانية أعداء السر
إذا لقوك تملقوك وإذا غبت عنهم سلقوك
من أتاك منهم كان عليك رقيباً وإذا خرج كان عليك خطيباً
أهل نفاق ونميمة وغل وخديعة
فلا تغتر باجتماعهم عليك
فما غرضهم العلم بل الجاه والمال
وأن يتخذوك سلماً الى أوطارهم وأغراضهم
وحمارا في حاجاتهم
إن قصرت في غرض من أغراضهم كانوا أشد أعدائك
ثم يعدون ترددهم إليك دالة عليك ويرونه حقاً واجباً لديك ويفرضون عليك أن تبذل عرضك وجاهك ودينك لهم
فتعادي عدوهم وتنصر قريبهم وخادمهم ووليهم
وتنتهض لهم سفيهاً وقد كنت فقيهاً
وتكون لهم تابعاً خسيساً بعد أن كنت متبوعاً رئيساً

Sungguh benar perkataan Abu Sulaiman al Khothobiy :

“Jangan kau hiraukan orang-orang (dari para umara) yang berambisi bersahabat denganmu, dan orang yang hadir di pengajianmu.

Mereka (sejatinya) tidaklah memberimu harta maupun sikap yang manis.

Mereka seolah menjadi saudara secara kelihatannya, namun menyimpan permusuhan dalam hatinya.

Jika mereka menemuimu, mereka akan akrab memelukmu, tapi jika sudah berpaling dirimu, mereka akan menghabisi harga dirimu.

Siapapun dari mereka yang mendatangimu, tujuan mereka adalah hanya untuk mengawasi dan mencari-cari kesalahanmu (bukan untuk tujuan baik),
dan saat keluar darimu, maka pasti mereka akan membicarakan kekuranganmu.

Mereka itu adalah golongan munafik dan tukang profokasi, ahli menipu dan bermanis lidah.

Jangan engkau tertipu dengan berkumpulnya mereka di tempatmu.

Tidaklah tujuan mereka untuk mendapatkan ilmu, tetapi menginginkan kedudukan dan harta.

Mereka itu akan menjadikanmu hanya sebagai tangga yang harus diinjak untuk mendapatkan tujuannya.

Dan menjadikanmu, sebagai khimar yang ditunggangi untuk memperoleh hajatnya.”

Jika kamu tidak melaksanakan tujuan, maka mereka akan sangat memusuhimu, karena mereka akan sangat teliti menghitung berapa modal mereka yang banyak diberikan kepadamu, sebagai sebuah kewajiban untuk kamu juga membalasnya.

Mereka akan mewajibkanmu menyerahkan harga diri, kehormatan, bahkan agamamu kepada mereka.

Kamu diwajibkan pula memusuhi golongan yang mereka musuhi (walaupun sesama muslim), serta mencintai dan siap menolong golongan yang mereka cintai (walaupun kafir dan munafik).

Mereka akhirnya membalik keadaanmu yang asalnya ahli ilmu menjadi dungu, yang awalnya dijadikan panutan yang dimuliakan, akan menjadi peng ekor setia mereka yang tidak punya malu.

(Ihya ulumiddin 4/304)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *