temboro-berdawah_al-habib-umar-bin-hafidz

Karena Nasehat Butuh Siasat

Posted by

Memberi nasehat sangatlah mudah akan tetapi tidak semua orang mau menerima nasehat, karena nasehat bagi manusia yang masih menjadi budaknya nafsu sangatlah pahit lebih-lebih bagi orang alim ( tokoh masyarakat ) yang hanya sekedar mencari kedudukan dunia dengan ilmunya.

Para salaf-salaf kita tidak mau memberi nasehati kecuali kepada orang yang mereka tahu bahwa orang yang akan dinasehatinya menerima, jika mereka pandang bahwa orang tersebut tidak akan menerima nasehatnya atau marah ketika dinasehati maka mereka tunda sampai mendapatkan jalan / cara yang pas untuk menasehati.
As-syech Hamid Al-laffaf berkata ” janganlah engkau menasehati seseorang kecuali engkau mengetahui bahwa ia akan menerima nasehatmu, karena banyak kemungkinan nasehat tersebut mengakibatkan mala petaka bagimu yang engkau tidak mampu menghadapinya, karena zaman sekarang setiap orang menganggap sudah mempunyai kedudukan masing-masing. ” 
Al-arif bil-llah Abdul-wahhab As-sya’roni berkata ” perkataan As-syech hamid memang benar sekali, dulu pernah terjadi kepada diriku, aku pernah memberi nasehat kepada salah satu tokoh / panutan di zamannya hendak dia jangan makan di rumahnya pemerintah, nasehat tersebut aku utarakan hanya antara aku dan dia saja tidak ada orang lain, gara-gara nasehatku tersebut dia tidak mau menyapa aku selama 17 tahun, bagaimana keadaanku kalau seandainya aku menasehatinya di depan halayak ramai ? Bisa jadi dia akan berusaha untuk membinasakan aku ! 
Karena itu kenali zaman kamu dan nasehati saudara-saudaramu dengan siasat.
Wallahu a’lam.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *