the-passing-of-e1b8a5abc4abb-munzir-al-musc481wc481e2808f

Doa Syekh Abubakar bin Salim Untuk Anak-Cucunya

Posted by

Suatu ketika Syekh Abu Bakar bin Salim berkata: “Aku pernah ditawari Allah ihwal bagaimana  keturunanmu? Allah akan memberikan kepada mereka banyaknya ilmu atau keselamatan hati atau hati yang bersih”. Maka aku menjawab, “Ya Rabb, aku memilih untuk anak-anakku, hati yang bersih sebab banyaknya ilmu tidak membawa manfaat apabila hatinya kotor. Penuh dengan dengki dan hasud. Penuh dengan kesombongan. Banyaknya ilmu tidak akan membawa manfaat jika diiringi dengan kecintaan pada dunia, kecintaan pada hal-hal yang dibenci dan dimurkai oleh Allah SWT.”

Sayidina Husain, putra Syaikh Abu Bakar bin Salim meskipun berharta, tidak lalai kepada Allah SWT. Tatkala ditanya oleh sebagian orang dan murid-murid beliau, “Wahai guruku, Engkau adalah seorang wali besar sekaligus saudagar kaya, tapi kehidupan Anda selalu dalam kesucian, hati selalu hadir bersama Allah SWT dan tidak terpikir serta berpaling kepada dunia. Kok bisa begitu? Apakah ini mungkin? Aku tidak percaya. Maka oleh Sayyidina Husain bin Syaikh Abu Bakar bin Salim dijawab, “Seandainya seluruh hartaku habis lenyap tak tersisa, maka hatiku tidak akan berbekas. Hubunganku hanya kepada Allah. Yang aku kejar hanya keridlaan Allah ‘Azza wajalla.”

Tatkala seorang putrinya memakai gelang dari perak, maka beliau bertanya kepada putrinya, “Apakah seluruh perempuan di kota Inat ini memakai gelang seperti yang engkau pakai itu?” Putrinya menjawab: “Tidak wahai ayah. Aku saja dan tidak banyak orang yang mampu memakai gelang perak seperti ini”. Mendengar hal itu, beliau bertanya lagi: “Wahai anakku, apakah engkau ingin mengganggu para kaum wanita? Apakah engkau ingin membuat mereka iri dan menginginkan gelang tersebut?” Putrinya menjawab: “Tidak. Bukan maksudku seperti itu, ayah. Lantas apa yang engkau inginkan dariku?”. “Wahai putriku, aku tidak ridlo jika engkau memakai gelang itu. Aku ingin engkau melepas dan mematahkan gelang itu dihadapanku”, pinta Sayyidina Husain. Demikianlah beliau mengajarkan kepada putrinya, bahwa kemuliaan didapat bukan dari hal seperti itu. Bukan dari harta, dan tidak mengagungkan harta.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *