1185241_4911117789431_1954654329_n

Pandai Bergaul Belum Tentu Mulia

Posted by

Oleh Syamsul Hari

Seringkali orang yang pandai bergaul dinilai baik dan mulia karena disenangi orang banyak. Padahal belum tentu. Pandai bergaul bukanlah tolok ukur kemuliaan dan kebajikan seseorang, sebagaimana yang dipaparkan Al-Imam Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari berikut ini:

 

Sesungguhnya sikap paling buruk yang dimiliki seseorang adalah menganggap diri lebih baik dari orang lain dengan berkata kepada lawan bicaranya: Sudahkah kamu sepadan denganku? Pantaskah kamu berdebat denganku? Apa gunanya aku berbicara denganmu? Sesungguhnya makhluk pertama yang binasa karena sikap yang demikan ini adalah iblis. Jangan pernah meremehkan seorang muslim! Meski pun ia adalah seorang yang pincang, penderita lepra atau penderita kudis. Hormatilah ia karena lafal la ilaha illallah yang tersimpan di dalam hatinya. Perbaikilah prasangka anda kepada setiap orang agar anda menjadi orang yang beruntung.

 

Bila anda menilai bahwa orang yang berakhlak bagus itu adalah orang yang pandai bergaul dan berkedudukan mulia meski ia melalaikan hak-hak Allah SWT, maka penilaian anda itu sangat keliru. Bukanlah orang semacam ini yang berakhlak mulia. Orang yang berakhlak mulia adalah orang yang memenuhi hak-hak Allah SWT, berpegang pada hukum-hukum-Nya, melaksanakan perintah-perintah-Nya, dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Barangsiapa mengekang nafsunya dari kemaksiatan, menunaikan hak-hak Allah SWT, maka ia adalah insan yang berakhlak mulia.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *