1-17

Tiga Macam Pewaris Al-Quran

Posted by

Dalam mewarisi kitab Al-Qur’an, umat Islam dibagi menjadi tiga macam golongan. Pertama dan yang terbesar adalah orang-orang yang zalim pada diri sendiri. Ini adalah orang-orang yang kehidupannya dipenuhi dan dikuasai oleh dorongan hawa nafsunya sehingga perilakunya jauh dari tuntunan moral agama. Mereka adalah orang-orang mukmin yang suka berbuat kejelekan dan dosa. Kejelekan mereka lebih dominan dari pada kebaikannya. Atau orang-orang yang sekilas tampak agamis namun sebenarnya jauh dari ajaran mulia agama. Atau orang yang bertauhid dengan lisannya, namun tidak demikian dengan amal-amalnya. Mereka itulah orang-orang yang zalim pada diri mereka sendiri.

Kedua adalah orang-orang pertengahan. Mereka ini adalah orang-orang yang kadang masih melakukan kejelekan dan dosa meski pun mereka juga melakukan kebajikan-kebajikan. Atau orang-orang yang kejelekannya berimbang dengan kebaikannya. Atau orang-orang yang melakukan perbuatan dosa tapi tidak sampai pada perbuatan dosa besar. Atau orang-orang yang diistilahkan dengan golongan kanan, tetapi mereka tidak istimewa dalam amalnya. Atau orang-orang yang akan masuk surga kelak melalui proses hisab terlebih dahulu. Atau orang-orang yang sudah berusaha berbuat yang baik tapi belum maksimal.

Sedangkan kelompok ketiga adalah orang-orang yang lebih dahulu berbuat kebajikan. Mereka adalah orang-orang yang benar-benar konsisten menjaga warisan Kitab Allah sebagai sebuah totalitas ajaran yang menjadi jalan hidupnya. Atau yang diistilahkan dengan as-Sabiqunas-Sabiqun. Atau orang-orang yang mampu menundukkan nafsunya sehingga senantiasa istiqamah dalam kebaikan. Atau orang-orang yang batinnya jauh lebih baik dari sekedar apa yang tampak pada lahiriahnya. Atau orang-orang yang diberi karunia terhindar dari kejelekan dan dosa. Orang-orang yang membaca Kitab Allah, mengerti dan mengamalkannya. Atau orang-orang yang kelak akan masuk surga tanpa dihisab karena hampir tak memiliki dosa semasa hidupnya. Tentu saja sebagaimana pada ayat 32 QS Fathir di atas, orang-orang ini menjadi demikian istimewanya karena izin Allah. Yang demikian itu merupakan keutamaan besar yang didapat oleh seorang hamba Allah. Itulah orang-orang yang benar-benar menjaga warisan yang hakiki, yakni Kitab Allah. Wallahu A’lamu bish-shawab…..(*) Anshory Huzaemi

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *