11709648_1463939237252085_2353623965847974897_n

Cara Imam Ghazali Menyortir Hadits

Posted by

Syahdan, dalam sebuah majlis ilmu, Abu Hamid bin Muhammad Al-Ghozali (1058-1111 M) ‘disidang’ para ulama Baghdad. 

Pasalnya,  Imam Al-Ghozali seringkali mengutip sejumlah hadits yang dinilai dho’if (lemah). Bahkan memasukkan hadits-hadits maudhu’ (palsu) dalam beberapa karyanya. 
“Kenapa anda berbuat demikian?” tanya seorang ulama menghakimi. 
Imam Al-Ghazali yang dijuluki Hujjatul Islam itu menjawab dengan tenang :

 “Para ulama yang mulia, saya menyeleksi hadits menggunakan cara yang berbeda dengan Anda semua. Cara saya hanya dengan mencium hadits tersebut. Jika tercium semerbak wangi, maka hadits itu shahih. Sebaliknya, jika tidak tercium harum, maka hadits itu dhoif atau maudhu’, Inilah yang disebut dengan thariqah al-mukasyafah (metode penyingkapan metafisika).” 
Para ulama yang ada di majelis itu pun terkagum. 

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *