muhammad-gold

Indahnya Rumah Tangga Nabi SAW

Posted by

Termasuk kekhususan yang Allah swt berikan kepada Nabi Muhammad saw adalah diperbolehkannya menikah lebih dari 4 istri. Padahal di dalam menjalani poligami tidaklah mudah untuk membagi rasa cinta kepada para istri. Satu dengan yang lainnya pasti saling menuntut kepada suami agar dia lebih dicintai dari yang lainnya. Namun begitu Nabi Muhammad saw mampu memberikan keadilan dalam hal materil maupun immateril kepada para istrinya dengan sikap beliau yang bijaksana.

Dikisahkan, Istri Nabi Muhammad saw yang bernama Syd. Aisyah pernah datang kepada Nabi Muhammad saw sambil berkata “Wahai Rosulullah saw, aku ingin anda umumkan dihadapan para istri-istri anda bahwasannya aku adalah istri yang paling anda cintai.” Menanggapi itu, Nabi Muhammad saw memberikan satu dirham kepada Aisyah kemudian beliau berjalan menuju istri-istrinya untuk memberikan satu dirham pula kepada mereka. Setelah Nabi saw memberi satu dirham kepada mereka semua, Nabi saw berkata kepada Syd.Aisyah “Wahai Aisyah sekarang kumpulkan semua istri-istrku.” maka Syd.Aisyah mengumpulkan Ummahatul-Mukminiin.

Setelah semua istri-istri Nabi saw kumpul, Syd. Aisyah bertanya kepada Nabi Muhammad saw di hadapan para istri-nya “Siapakah istri yang paling anda cintai wahai Rosulullah saw?” Ketika mengajukan pertanyaan itu di dalam hati Syd. Aisyah ingin Nabi saw menjawab “Kamu adalah istri yang paling aku cintai” Akan tetapi jawaban Nabi Muhammad saw berbeda dengan yang ia inginkan. Beliau bersabda, “Istri yang paling aku cintai adalah istri yang aku beri dirham.” Setelah mendengar jawaban Nabi saw, Syd. Aisyah dengan bangga mengangkat tangannya sambil memegang dirham yang diberi Rosulullah saw. Akan tetapi Nabi saw tidak memberi dirham hanya kepada Syd.Aisyah sehingga di waktu yang sama semua istri Nabi Muhammad saw mengangkat tangannya yang berisi dirham yang diberikan Nabi saw kepada mereka.

Demikianlah bukti kesempurnaan akal Nabi Muhammad saw dalam menyikapi problematika yang berlangsung di tengah rumah tangga beliau. Dengan sikap arif dan bijaksana, beliau menciptakan harmonisasi yang indah di dalam rumah sehingga jauh dari keretakan. Oleh karena itu, hendaknya kita bercermin dengan kearifan beliau dalam menyelesaikan permasalahan dalam rumah tangga. Jauhkan sikap egois dan emosional yang kerap menjadi pemicu keretekan rumah tangga. Ust. Jakfar al-Haddar
Sumber : Aniisul-mukminiin.hal.23

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *