kisah-wan-sehan-dan-seorang-jawara1

Kerisauan Habib Hasan bin Sholeh al-Bahar

Posted by

oleh Syamsul Hari

Semakin tua usia bumi ini, semakin bobrok perilaku penghuninya. Kiranya itulah yang dirisaukan Habib Hasan bin Shaleh al-Bahar, seorang wali yang dikenal dekat dengan Allah SWT. Dalam setiap tausiyahnya, Habib Hasan memang kerap menekankan pentingnya kembali kepada cara hidup salaf (orang-orang sholeh pada masa dahulu) yang penuh kearifan dan kebersahajaan. Dengan hidup bersahaja dan tak terkungkung oleh ambisi materi, manusia akan mencapai taraf keharmonisan hidup yang seimbang.

Majelis Habib Hasan bin Shaleh al-Bahar di Hadramaut seabad silam sangatlah melegenda lantaran dihadiri para wali dan alim ulama di masa itu. Banyak kisah luar biasa yang mengiringi kehidupan beliau sebagai seorang wali besar. Tausiyah-tausiyah beliau sebagian tercatat dalam bentuk manuskrip. Beruntung Cahaya Nabawiy mendapat manuskrip itu lewat perantara seorang sahabat yang pernah belajar di Hadramaut. Berikut terjemahan sekelumit dari kalam-kalam beliau:

Wahai manusia, bertakwalah kepada  tuhan kalian, dan khawatirkanlah suatu hari ketika seorang bapak tidak dapat lagi sanggup menolong anaknya, dan seorang anak tidak dapat menolong bapaknya. Sesungguhnya janji Allah SWT itu pasti nyata, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia ini menipu kalian, dan jangan pula si penghasut (syaitan) memperdayai kalian dari ketaatan kepada Allah SWT.

Renungkanlah firman Allah SWT berikut ini:

(#qà)¨?$#ur $YBöqtƒ šcqãèy_öè? ÏmŠÏù ’n<Î) «!$# ( §NèO 4†¯ûuqè? ‘@ä. <§øÿtR $¨B ôMt6|¡Ÿ2 öNèdur Ÿw tbqãKn=ôàムÇËÑÊÈ

“Peliharalah diri kalian dari (azab) pada hari ketika kalian semua dikembalikan kepada Allah SWT. Masing-masing jiwa diberi balasan yang setimpal atas apa yang telah dikerjakannya, dan mereka sama sekali tak teraniaya (dirugikan).”

Wahai hamba Allah SWT. Camkanlah peringatan tuhan kalian, tengadahkanlah pandangan kalian, bukalah telinga-telinga kalian, hadapkanlah hati kalian, saksikanlah bahwa ini adalah peringatan terakbar, dan lantaran peringatan inilah Allah SWT mewahyukan kitab-Nya dan mengutus rasul-rasul-Nya. Ingatlah bahwasanya Allah SWT telah mengikat janji dengan kalian tatkala diri kalian masih bersemayam di sulbi (punggung) Adam AS. Allah SWT berkata kepada kalian waktu itu, “Bukankah Aku tuhan kalian?” maka kalian menjawab, “Benar (Engkaulah tuhan kami)! Dan kami bersaksi atas diri kami.” Inilah perjanjian pertama yang pernah kalian jalin.

Setelah diri kalian disemai di atas alam jasmani dan alam dunia yang hina serta berlumur syahwat ini, lupakah kalian akan janji itu? Sesungguhnya hanya orang-orang tertentu yang dikehendaki Allah SWT yang masih mengingat janji itu. Mereka adalah para nabi, para rasul dan orang-orang baik pilihan-Nya. Hati kalian kini bagaikan seonggok daging mati. Kalian tak lagi mau tahu apa yang telah diperintahkan kepada kalian. Kalian sudah tak peduli lagi kemanakah kalian bakal berpulang? Ke surga yang penuh kenikmatan, ataukah ke neraka yang penuh azab nan pedih?

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *