blogger-image-1405324736

Hindari Sikap Rasis!

Posted by

Berikut pesan Habib Taufiq as-Segaf dalam salah satu majelis beliau:

Allah swt berfirman dalam surah Al Hujuraat ayat 11:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Serta janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka Itulah orang-orang yang zalim.”

 

Untuk diketahui, ayat ini turun karena ada segelintir orang menghina sahabat Nabi semisal Bilal, `Ammar bin Yasir, Salman Al Farisi, Mus`ab bin `Umair, Shuhaib Al Rumi, sebagai golongan orang-orang yang melarat. Mereka menganggap golongan Abu Lahab, Abu Jahal adalah lebih mulia. Mereka lupa kemuliaan itu adalah dengan iman. Berkata seorang penyair :

لَقَدْ رَفَعَ الإِسْلاَمُ سَلْمَانَ فَارِسٍ                *وَقَدْ وَضَعَ الشِّرْكُ النَّسِيْبَ أبَاَ لَهَبٍ

 

Sungguh Islam telah mengangkat derajat kemulian Salman Al Farisi

Sedang kemusyrikkan telah meluluhlantakan kemulian nasab si Abu Lahab

Sudah saatnya kita tanggalkan sikap menghina seseorang tersebab kesukuan, kebangsaan, warna kulit, dan tampilan luarnya. Toh, yang wajahnya tampan dan cantik, paling tidak untuk sekarang ini, belum tentu berlanjut di kemudian hari. Begitu pula yang kini merasa sehat belum tentu besok juga demikian.

Di lain kesempatan, Rasul saw bersabda :

“Cukup sebagai perbuatan jelek bagi seseorang itu dengan menghina saudaranya yang muslim”.

Di antara sahabat-sahabat Nabi ada yang disebut Ashhabus Suffah, mereka tidak punya rumah, pekerjaan tidak ada, tidurnya di pelataran masjid –meminjam istilah orang sekarang- “kaum gelandangan”. Tapi bagaimana Allah berpesan kepada Nabi tentang mereka:

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ

“Dan Bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya.(QS.[18]: 28)

 

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *