54beberapa-keajaiban-aksi-212-yang-bikin-merinding

Perintah Menghina Orang Kafir

Posted by

Menghina orang kafir yang memusuhi umat Islam, tidak dilarang oleh syariat. Bahkan di jaman Rasulullah SAW masih hidup, saat beliau SAW geram menyaksikan perilaku kejam kaum kafir Quraisy yang menjadi musuh utama umat Islam saat itu, maka beliau SAW memerintahkan para shahabat untuk ikut berjuang membela Islam, antara lain dengan cara menghina orang-orang kafir tersebut.

Dalam riwayat Imam Muslim, Sy. ‘Aisyah RA mengungkapkan, bahwa Nabi Muhammad SAW pernah memerintah, “Hinakanlah orang-orang kafir dengan syair. Sebab, itu lebih pedih dari pada bidikan anak panah.”

Lalu beliau SAW mengutus seseorang menyampaikan pesan tersebut kepada Sy. Ibnu Rawahah RA, kemudian Sy. Ibnu Rawahah bersyair, tetapi isinya kurang menghinakan. Lantas Nabi Muhammad SAW menyuruh seseorang memanggil Sy. Hassan bin Tsabit RA. Tidak lama datanglah Sy. Hassan bin Tsabit menghadap beliau SAW, seraya berkata, “Sekarang engkau telah mengirim utusan kepada ‘singa’ ini yang mengepak-ngepakkan ekornya, menjulurkan dan menggerak-gerakkan lidahnya. Demi Allah yang mengutus engkau dengan kebenaran, sungguh aku akan menyayat-nyayat orang kafir Quraisy dengan syairku bagai sayatan kulit.”

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Janganlah engkau terburu-buru. (Tanyakanlah kepada Abu Bakar), sebab dia lebih tahu nasab orang-orang Quraisy dan nasabku juga ada pada kaum Quraisy, hingga silsilah nasabku engkau ketahui.”

Lantas Sy. Hassan bin Tsabit RA pun mendatangi Sy. Abu Bakar RA, setelah itu ia kembali kepada Rasulullah SAW dan berkata, “Wahai Rasulullah, nasab engkau sudah aku ketahui silsilahnya. Demi Allah yang mengutus engkau dengan kebenaran, sungguh aku akan mengeluarkan engkau dari kelompok mereka sebagaimana tercabutnya sebutir gandum dari adonan.”

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya Jibril selalu mendukungmu selama engkau menghinakan orang-orang kafir dengan syairmu untuk membela Allah dan Rasul-Nya.”

Maka Sy. Hassan bin Tsabit RA melontarkan syair-syair yang sangat menghinakan orang-orang Quraisy, yang artinya kurang lebih sebagaimana berikut:

Kau hina Muhammad lalu aku membalasmu,
dan dengan itu aku raih pahala di sisi Allah,
Kau hina Muhammad yang baik dan tulus,
utusan Allah yang tak pernah ingkar janji.
Ayahku, nenekku, dan kehormatanku aku persembhakan
demi kehormartan Muhammad dari seranganmu.
Aku pacu kudaku yang tak terkejar olehmu,
menerjang musuh dan terus mendaki.
Pasukan kami melejit ke atas bukit,
menyandang anak panah yang siap diluncuran.
kuda-kuda kami terus berlari
dengan panji-panji yang ditata oleh para wanita.
Tantanganmu pasti kami hadapi,
sampai kemenangan di tangan kami.
Jika tidak, maka tunggulah saat pertempuran
yang Allah akan berikan kejayaan kepada yang dikehendakinya.
Allah berfirman, telah Aku utus seorang hamba
menyampaikan kebenaran tanpa sembunyi.
Allah berfirman, telah Aku siapkan bala bantuan,
yaitu pasukan Anshar yang rindukan musuh.
Setiap hari kami siap hadapi cacian, pertempuran, atau hinaan.
Hinaan, maupun pujian dan bantuanmu kepada Rasulullah,
bagi beliau semua itu tiada artinya.
Jibril yang diutus Allah untuk membantu kami,
dialah Ruhul Kudus yang tidak tertandingi.

Berikut kesaksian Shahabat Masruq RA, hingga beliau menceritakan, “Aku pernah bertamu ke rumah St. ‘Aisyah RA saat itu di rumah beliau ada Hassan bin Tsabit sedang melantunkan syair-syair yang memuji ‘Aisyah. Dalam syairnya, ia katakan, antara lain sebagaimana berikut:

Pagi -pagi engkau merasa lapar # karena hanya makan daging dagu (hewan).

St. ‘Aisyah menjawab, “Tetapi engkau tidak demikian.”

Lalu Sy. Masruq menanyakan kepada ‘Aisyah, “Mengapa engkau izinkan Hassan bin Tsabit masuk ke rumahmu. Bukankah Allah telah berfirman yang artinya, ‘Dan barang siapa di antara mereka yang mengambil bagian terbesar (dari dosa yang diperbuatnya), dia mendapat azab yang besar (pula).” (QS. An-Nuur 24: 11)

“Azab apalagi yang lebih pedih dari kebutaan? Komentar St. ‘Aisyah, lalu beliau menambahkan, “Hassan bin Tsabit berjasa dalam membela Rasulullah SAW dengan melontarkan syair-syair hinaan kepada orang-orang kafir.” (HR. Muslim).

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *