habib-umar-and-habib-masyhur

Dahsyatnya Doa Ibu

Posted by

Habib Ali bin Muhammad al-Habsyi merupakan bukti konkret akan dahsyatnya doa ibu terhadap anak. Sejak kecil beliau ditinggal ayahnya ke Haramain untuk mengemban tugas sebagai mufti. Beliau dididik oleh ibunya yang shalehah dan ahli ibadah. Manakala ada ulama besar datang ke kotanya, sang bunda senantiasa berdoa agar kelak Ali bisa menjadi seperti ulama itu. Habib Ali al-Habsyi pernah berkisah sebagai berikut:

“Pada suatu malam aku bermimpi berkunjung ke kediaman Habib Sholeh bin Abdullah al-Attas. Aku bertanya kepada beliau, Apa dasar thariqah para tokoh wali dari salaf kita? Beliau menjawab, “Dasarnya ada dua, wahai anakku. Yang pertama adalah melepaskan diri dan tidak butuh kepada siapa pun kecuali Allah SWT. Yang kedua adalah melanggengkan ibadah mahdhah (murni) dengan khusuk dan hudhur (menghadirkan hati).”

“Aku tak mampu melakukannya, duhai Habib,” kataku.

“Mintalah kepada Allah, niscaya Dia akan menganugerahkan kemampuan kepadamu!” Katanya kepadaku.

“Begitu terbangun dari tidur, aku menghampiri ibuku dan berkata, Aku mohon agar ibu bersedia berdoa untukku. Ibuku langsung mengangkat kedua tangannya dan berdoa, “Ya Allah, limpahkanlah kepada anakku Ali ini hati yang tidak bergantung kepada manusia dan kekuatan untuk melaksanakan ibadah mahdhah!”

Berkat pendidikan sang bunda di rumah, maka di kemudian hari Habib Ali al-Habsyi ini menjadi ulama yang tersohor sampai ke seluruh penjuru dunia. Kitab maulidnya, Simtud Durrar, menjadi salah satu kitab yang paling banyak dibaca kaum muslimin.

Teladan termutakhir adalah Hababah Zahra, ibunda Habib Umar bin Hafiz. Setelah suaminya syahid diculik komunis, beliau tetap tegar melanjutkan pendidikan anak-anaknya yang masih kecil hingga sukses. Ketika putra-putranya menjadi ulama besar, seseorang bertanya kepada Hababah Zahra, “Wahai Hababah, apa kiatnya sehingga anda mempunyai putra-putra yang shaleh seperti mereka?”Beliau menjawab, “Jadilah anda orang shaleh, maka anak-anak anda akan menjadi orang shaleh pula.”

Dikisahkan bahwa Hababah Zahra senantiasa sabar dan telaten mendidik anak-anaknya. Manakala anaknya yang bernama Ali Masyhur berbuat nakal, beliau tak memarahinya tapi malah berkata kepadanya, “Semoga nanti jadi mufti.” Belakangan Habib Ali Masyhur menjadi ketua mufti Tarim. Sementara itu, apabila anaknya yang bernama Umar berbuat jahil, beliau hanya menegur halus seraya mendoakannya, “Semoga jadi dai.” Sekarang Habib Umar bin Hafiz menjadi dai papan atas dunia.

Demikian itulah peran besar wanita dalam agama. Merekalah tangga pertama yang menentukan sukses tidaknya seseorang. Wanita shalehah adalah pendidik sejati di setiap rumah. Sungguh benar syair yang berbunyi,

Seorang ibu adalah madrasah. Bila anda menyiapkannya…

Maka anda menyiapkan bangsa yang berkarakter baik..

 

 

 

 

 

 

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *