????????????????????????????????????

Cara Mencari Rejeki Yang Baik

Posted by

Konsep mencari rezeki yang baik adalah sebagaimana firman Allah SWT:

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

 Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia, dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan” (QS al-Qashash [28]: 77).

Jika demikian adanya, maka bekerja dan mencari rezeki tentu harus didasarkan pada norma-norma yang telah digariskan oleh Allah SWT. Sebab mencari rezeki bisa dengan cara-cara halal dan pula cara-cara haram. Tentu kita harus menjauhi cara-cara haram. Sebab urusan rezeki dan harta-benda ada tanggung jawabnya, baik di hadapan Allah maupun manusia. Bahkan jika amal-amal yang lain akan dimintai tanggung jawab kelak di akhirat dengan satu pertanyaan—misalnya; bagaimana dengan shalatmu? atau puasamu?—maka untuk urusan harta-benda akan ada dua pertanyaan; dari mana kau dapatkan harta itu dan ke mana atau untuk apa kau pergunakan hartamu itu?

Kita sebagai umat Islam pengikut sunnah Nabi (Ahlussunnah) percaya bahwa kelak di akhirat akan ada perhitungan amal perbuatan kita ketika di dunia (yaumul-hisab). Oleh karenanya, maka tak ada jalan hidup yang patut dijadikan pegangan dan menjamin keselamatan seseorang selain apa yang telah diajarkan oleh Nabi SAW. Yakni Al-Quran dan Sunnah-nya. Tidak terkecuali dalam urusan mencari rezeki. Secara garis besar bahwa dalam bekerja dan mencari rezeki, manusia tidak boleh saling merugikan di antara sesama. Prinsip itulah yang harus menjadi jiwa dalam bekerja dan ber-muamalat.

Cara-cara yang tidak benar dan tidak baik dalam mencari rezeki semisal; mencuri, merampok, menjambret, menguasai harta orang lain dengan zalim, mencopet, merampas tanpa hak, bertransaksi dengan unsur–unsur ribawi (renten), menipu, berjudi, bermain dengan taruhan, mengkonsumsi jenis makanan yang diharamkan, jual-beli dengan akad yang tidak benar, meng-ghasab milik orang, mengkonsumsi atau menguasai harta-benda yang tidak jelas pemiliknya, menjual kehormatan (uang hasil melacur atau menjadi gigolo) dan segala bentuk pemilikan, penguasaan dan penggunaan apapun tanpa hak atau tanpa ijin pemiliknya, dan harta yang dihasilkan dari bentuk kejahatan lainnya.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *