habib-umar-hajj

Naik Haji Dengan Ilmu

Posted by

Setiap ibadah ada ilmunya. Begitu pula Haji. Agar pelaksanaannya berjalan dengan benar dan lancar, alangkah bijaknya bila kita mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan. Apa sajakah itu? simak saja lanjutan uraian Habib Abdullah berikut,

“Jika kalian berniat melaksanakan haji, mula-mula, persiapkan bekal cukup dari harta yang halal. Lalu, jika kalian mampu, bantulah terlebih dahulu orang-orang kurang mampu sekitarmu. Sebab, esensi haji adalah perkataan bagus dan semangat untuk berbagi.”

“Bekali pula diri kalian dengan pengetahuan fikih haji,  agar kalian bisa melaksanakan prosesi secara sempurna dan terhindar dari kerusakan ibadah. Lazimilah wirid-wirid serta zikir-zikir yang disunnahkan kala bepergian atau berhaji, seperti doa turun dari kendaraan, naik kendaraan, memandangi kota-kota dan lain sebagainya. Bacalah wirid-wirid yang sekiranya tidak membebani diri kalian. Jikalau kalian tidak menghafal satu wirid pun, kalian cukup berujar

 

اَللَّهُمَّ اِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ مِنْهُ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صلى الله عليه  وسلم  وَأَعُوذُ بِكَ مِمَّا ا سْتَعَا ذَكَ مِنْهُ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صلى الله عليه  وسلم

 

”Ya Allah, aku minta kepada-Mu segala kebaikan yang pernah diminta oleh hamba, sekaligus nabi-Mu, Muhammad SAW. dan aku berlindung kepada-Mu dari segala yang pernah dimintakan perlindungan kepada-Mu oleh nabi-Mu, Muhammad SAW.”

Usai melaksanakan haji, jangan lupa menziarahi masjid kebesaran baginda Nabi SAW. Sambangi pula tempat-tempat bernilai sejarah lainnya. Perbanyak salawat kepada Nabi SAW di perjalanan, di kota Madinah, dan di setiap keadaan kalian. Dan berucaplah dengan lisan dan hati kalian setiap saatnya, dalam aktifitas maupun diam, “Ya Allah, karunialah aku kesempurnaan dalam melaksanakan ajaran Nabi SAW, dhahir maupun bathin, dalam keadaan sehat dan selamat, dengan rahmat-Mu, wahai Zat Yang Maha Pengasih.”

 

HARUS DENGAN AKHLAK

Benar adanya, berhaji kurang afdhal bila tidak disertai mampir ke pusara baginda Nabi SAW. sebab, Ka’bah dan pusara baginda nabi adalah dua monumen yang tak bisa dipisahkan. Kita beroleh hidayah dan bisa berkiblat ke Ka’bah adalah berkat perjuangan beliau SAW. Bisa mengunjungi kedua tempat itu adalah anugerah yang luar bisa. Begitu pula mengunjungi tempat-tempat bernilai sejarah lainnya. Habib Abdullah menasehatkan,

“Jika seseorang ditakdirkan oleh Allah SWT untuk sampai ke tempat-tempat yang mulia dan penuh berkah, maka seyogianya ia memuji kebesaran-Nya dan mensyukuri karunia itu. Janganlah sampai ia lupa diri dan melanggar etika kepantasan di tempat-tempat tersebut. Jangan sampai pula ia bermalas-malasan dan membuang waktu. Akan tetapi, hendaklah ia sebisa mungkin melaksanakan adab yang baik dalam tindak-tanduknya, dhahir dan bathin, dan menjalankan ibadah dengan cara yang paling sempurna. Terpenting lagi, hendaklah ia berprasangka baik kepada semua orang, dan tidak meremehkan siapa pun. Sebab, di Haramain, dosa kecil nilainya amat besar. Sebagaimana pula nilai pahala dilipatgandakan di situ.” Labbaik Allahumma Labbaik, Labbaik la Syarika lak. Abirama

 

 

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *