escalera-al-cielo-puerta-cielo-sol-nubes-237209

Kehamilan, Pintu Syahid Kaum Wanita

Posted by

Dari Jabir bin ‘Atik, Rasulullah bersabda : Mati syahid ada 7 selain mati terbunuh dalam perang fii sabilillah, yaitu : mati karena penyakit tha’un, karena tenggelam, karena penyakit lambung, karena sakit perut, karena terbakar, tertimpa reruntuhan dan perempuan yang mati karena hamil/melahirkan.

Kehamilan yang tidak diinginkan, yang kemudian berbuntut pada permasalahan aborsi semakin hari semakin marak mewarnai berbagai media lengkap dengan sikap pro dan kontra dari seluruh lapisan masyarakat. Angka kematian yang diakibatkan dari aborsipun semakin hari semakin meningkat.  Dilain pihak begitu banyak wanita yang melakukan berbagai ikhtiar untuk mendapatkan anugerah Allah berupa kehidupan baru di dalam rahim mereka. Bahkan banyak wanita yang kemudian mengenyampingkan kesehatannya sendiri demi mendapatkan buah hati yang kelak akan menjadi penerus sebuah generasi. Satu sisi mereka membuang dan menyia-nyiakan anugerah Allah, disisi lain mereka begitu mendambakan kesempatan untuk memperoleh anugerah tersebut. Mengapa mereka mampu membuang darah dagingnya sendiri tanpa perasaan bersalah / berdosa, bahkan dengan resiko kehilangan nyawa sang ibu sekalipun.

Seandainya semua wanita memahami bahwa Allah memberikan jaminan surga pada wanita yang meninggal dalam masa hamilnya, tentulah mereka tidak akan melakukan perbuatan yang membuat mereka mati sia-sia, padahal mati syahid adalah sebaik-baik jalan untuk kembali kehadapan sang pencipta.

Jaminan syurga diberikan kepada mereka sebagaimana janji yang diberikan Allah kepada kaum laki-laki yang mati syahid di medan perang untuk membela agama Allah. Kedudukan yang demikian tinggi bagi wanita yang kembali kepada Rabb nya saat melahirkan menunjukkan betapa besarnya harkat yang Allah dan Rasul Nya berikan kepada kaum wanita. Mengapa demikian?

Dengan kehamilan manusia mengemban amanat Allah untuk mengembangbiakkan jenis manusia yang ditempatkan Allah dimuka bumi.

Dalam QS An-Nisaa’ ayat 1 Allah berfirman : “Wahai manusia, taatlah kepada Tuhan kalian yang telah menciptakan kalian dari satu diri dan Dia menciptakan dari satu diri iru pasangannya dan dari mereka berdua Dia kembangbiakkan laki-laki dan wanita yang banyak.

Kehamilan menyempurnakan sifat kewanitaan seorang wanita.

Kesabaran, kelembutan, kasih sayang, perlindungan serta pemeliharaan adalah sifat-sifat yang melekat erat pada wanita yang mengandung buah hatinya meskipun mereka menyadari bahwa kehamilan bisa saja membawa resiko tinggi bagi mereka.

Rasa pusing yang hebat, mual, kaki bengkak, adalah sebagian kecil saja penderitaan yang harus dipikul oleh wanita yang hamil, bahkan ada juga wanita yang harus menderita ‘bed rest’ pada masa kehamilannya dimana mereka merasa lemah fisik dan harus istirahat penuh sampai beberapa bulan masa kehamilannya.

Selain itu resiko pendarahan sebelum dan sesudah persalinan, sering keguguran, keracunan kehamilan/kejang-kejang adalah beberapa contoh resiko akibat kehamilan.

Namun dalam sebuah hadits dari Ahlul Bait dikatakan bahwa apabila seorang wanita melahirkan maka dosa-dosanya terampuni, seperti hari ia dilahirkan ibunya.

Kehamilan merupakan buah dari penyaluran dorongan seksual laki-laki dan wanita secara bersih dan sehat pada tempat yang telah Allah siapkan bagi tumbuhnya benih baru manusia.

Untuk itu, seorang muslimah yang hendak menyiapkan diri sebagai syahidah harus membekali diri dengan ilmu dan pengetahuan yang cukup, agar sembilan bulan sepuluh hari yang melelahkan dan penuh penderitaan itu tidak berlalu dengan sia-sia.

Ini bukan tugas yang mudah, karena masa depan seorang anak sudah harus disiapkan sejak ia berada dalam kandungan ibunya.  Dan peran seorang ibu menjadi sangat dominan bagi perkembangan janin yang ada dalam rahimnya, bahkan hingga masa depan sang anak itu kelak. Segala persoalan moral dan spiritual yang dilalui semasa kehamilannya akan beralih pada janin yang berada dalam kandungannya.

Untuk itu wanita yang hamil harus menjauhi maksiat dan dosa agar dampaknya tidak beralih pada sang janin, sebaliknya pengaruh positif harus ditanamkan sebagai lahan dan dasar bagi masa depan sang janin dengan menjalankan komitmen islami pada masa kehamilannya.

Dalam masa kehamilannya, seorang muslimah hendaknya menghindari perangai yang emosional, karena kemarahan atau emosi jiwa yang meledak-ledak menurut hukum genetika terkadang menyebabkan pengaruh fisik dan memburukkan bentuk janin, beberapa kasus menurut penelilian bisa mengakibatkan kelumpuhan, terlebih lagi akan berpengaruh pada proses kejiwaannya.

Sungguh, dipundak seorang wanita yang hamil terdapat amanah yang begitu berat namun begitu mulia.  Bagaimana sorang generasi akan terlahir sangatlah dipengaruhi dan diwarnai oleh perangai wanita yang diamanati janin dalam rahim-rahim mereka. Bagaimanakah generasi muslim dimasa depan tidak juga terlepas dari kesiapan seorang ibu sejak awal kehamilan hingga proses kelahirannya. Sembilan bulan sepuluh hari, seorang ibu dengan sabar dan penuh kasih sayang merawat dan mempersiapkan kehadiran anak yang berada dalam kandungannya, tanpa lelah, tanpa mengeluh dan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT agar bisa mencetak generasi Rabbani di masa yang akan datang. Maka tidaklah mengherankan jika kemudian Allah menjanjikan syahid dan surga sebagai balasan bagi wanita yang meninggal ketika dalam keadaan hamil atau melahirkan. Tentu saja jika proses kehamilannya dilakukan secara makruf, jika tidak maka kesia-siaanlah yang mereka dapati.

Di Negara kita Indonesia, masalah kependudukan yang tengah dihadapi adalah angka kematian ibu hamil dan melahirkan yang masih tinggi, yaitu 425 per 100.000 kelahiran hidup. Angka itu merupakan angka tertinggi di Negara Asia Tenggara bila dibandingkan dengan Filipina yang hanya 20 per 100.000 kelahiran hidup atau Srilanka yang 60 per 100.000 kelahiran hidup. Seandainya angka kematian ibu hamil yang tinggi itu adalah gambaran syahidah yang tinggi pula di Indonesia mungkinkah hal itu akan menjadi masalah kependudukan lagi?  Wallahualam bishowab!

Sulistiorini.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *