1

Menggapai Rahasia Ilahi Lewat Tahajud

Posted by

Malam buta adalah waktu sarat rahasia. Keheningannya menyimpan misteri rabbaniyah yang amat dalam. Inilah saat-saat bermunajat kepada Allah SWT. Inilah saat-saat kaum sufi “bermesraan” dengan-Nya. Seperti Rabi’ah Al-Adawiyah, sufi wanita, bila malam beranjak jauh, selalu pergi ke lotengnya. Di sana dia beribadah kepada-Nya, berdialog dengan-Nya, berasyik masyuk dengan-Nya, sembari berkata:

 

الهي انارت النجوم ونامت العيون وغلقت الملوك أبوابها وخلا كل حبيب بحبيبه وهذا مقامي بين يديك … وعزتك لو طردتني عن بابك ما برحت عنه لما وقع في قلبي من محبتك

 

Artinya: Tuhan, bintang-bintang bergemerlap, mata-mata terpejam lelap, raja-raja menutup pintu gerbangnya, para kekasih berasyik masyuk dengan kekasihnya, dan inilah aku bersimpuh di hadapan-Mu… Demi kemuliaan-Mu, andai pun Engkau mengusirku dari pintu-Mu, aku tidak akan beranjak darinya karena cintaku pada-Mu yang merasuk sukmaku.

 

Tengah malam adalah saat-saat yang paling disenangi oleh para nabi untuk melakukan salat dan mendekatkan diri pada-Nya. Begitulah diungkapkan oleh Nabi s.a.w. dalam sabda beliau:

 

عليكم بقيام الليل فإنه دأب الصالحين قبلكم وقربة إلى ربكم ومكفرة للسيئات ومنهاة عن الإثم ومطردة للداء عن الجسد

 

Artinya: Hendaklah kalian beribadah malam karena yang demikian itu tradisi orang-orang saleh sebelum kalian, mendekatkan pada Tuhan kalian, menebus perbuatan-perbuatan buruk dan mencegah dari dosa serta menghilangkan penyakit dari badan.

 

Di tengah malam itu, banyak malaikat turun ke bumi. Rahmat Allah tercurah bagai air hujan. Allah juga membuka pintu rahmat dan ampunan selebar-lebarnya. Siapa berdoa akan dikabulkan. Siapa meminta ampun akan diampuni. Tidak hanya itu. Dalam hadis di atas juga diterangkan, salat tahajud bisa mencegah kita dari berbuat dosa serta dapat menghalau penyakit dari badan. Itulah di antara misteri-misterinya. (Soal menghalau penyakit dari badan ini, sudah ada penelitian ilmiah. Hasil dari penelitian untuk mencapai gelar doktor di Fakultas Kedokteran Unair Surabaya itu ialah, salat tahajud cukup efektif untuk mencegah penyakit jantung.)

Karenanya, jangan sia-siakan malam untuk memperbanyak zikir, membaca Al-Quran dan wirid-wirid lainnya. Terutama, jangan lupa untuk melakukan salat sunnah. Sebab, salat sunnah di malam hari (waktu setelah tenggelamnya matahari) lebih utama daripada salat sunnah di siang hari. Lebih utama lagi ialah salat sunnah setelah tidur di malam hari. Itulah yang disebut salat tahajud seperti diperintahkan Allah dalam firman-Nya:

 

ومن الليل فتهجد به نافلة لك

 

 

Artinya: Dari malam, bertahajudlah sebagai amalan sunnah begimu.

 

Sekali lagi, salat tahajud ialah salat sesudah bangun tidur di malam hari, seusai salat isya’. Dengan demikian, salat apa saja yang dilakukan selepas kita tidur malam, disebut salat tahajud. Entah itu salat mutlak, salat witir atau salat-salat lainnya.

Bagi Nabi s.a.w. salat tahajud wajib hukumnya. Bagi kita, hukumnya sunnah, namun kesunnahannya sangat kuat. Bahkan keutamaan salat tahajud yang dilakukan pada tengah malam mengungguli salat-salat sunnah yang lain. Dalam suatu hadis diungkapkan, Nabi s.a.w. ditanya salat apakah yang paling utama setelah salat fardhu lima waktu. Beliau menjawab:

 

صلاة جوف الليل

 

Artinya: Salat pada tengah malam.

 

Ada pula hadis, “Wahai manusia, sebarkanlah salam, berilah makan (orang miskin), sambunglah tali famili, dan lakukan salat malam ketika orang-orang sedang tidur, niscaya kalian masuk sorga dengan selamat.”

Dalam hadis lain beliau bertutur, “Manusia bakal dikumpulkan di satu tanah berdataran tinggi. Lalu terdengar seruan, ‘Di manakah orang-orang yang lambungnya menjauh dari pembaringan lalu salat (malam), sedang tergolong orang yang sedikit.’ Kemudian masuklah mereka ke sorga tanpa dihisab.”

Alhasil, salat tahajud sarat rahasia. Dua rakaat saja di malam hari bakal menjadi khazanah kekayaan yang bukan main di sorga. Lebih-lebih bila dilakukan lebih dari dua rakaat – ibarat kita mengais rahasia-rahasia terdalam di malam hari.

Begitu besar keutamaannya sampai-sampai Nabi s.a.w. memperingatkan supaya orang tidak absen darinya. Begitulah sabda beliau kepada Abdullah ibn ‘Amr ibn Al-Ash r.a.:

 

يا عبد الله لا تكن مثل فلان كان يقوم الليل ثم تركه

 

Artinya: Abdallah, janganlah kamu seperti si fulan. Dulu dia terbiasa beribadah malam, lalu dia meninggalkannya.

 

Dari sini ulama menghukumi makruh meninggalkan salat tahajud bagi orang yang yang terbiasa menjalankannya.

Mengenai berapa jumlah rakaatnya, tidak ada batas. Boleh hanya satu rakaat. Boleh lebih dari itu. Bersabda Rasulullah s.a.w., “Hendaklah kalian beribadah di malam hari walaupun hanya satu rakaat.”

Semakin banyak semakin baik. Tetapi bila ditimbang antara memperbanyak rakaat dengan memperbanyak bacaan Quran dalam setiap rakaat, maka yang kedua lebih baik. Begitulah tradisi kaum salaf kita. Allah berfirman dalam Al-Quran saat berbicara tentang salat tahajud:

 

فاقرؤا ما تيسر من القران

 

Artinya: Maka bacalah dari Al-Quran apa yang kalian bisa.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *