10

Metode Dakwah Salafus Shaleh

Posted by

Berkata Abuya Sy. Ahmad Almaliki:

Ada beberapa kalangan yang berbicara tentang ilmu, namun tanpa memiliki silsilah sanad ilmu yang jelas dan valid.
Sehingga seringkali kalangan ini menghasilkan pemahaman-pemahaman yang tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW sebagaimana yang difahami oleh para ulama Salaf.
Sebagaimana yang sering terjadi, mereka hanya bersandar pada matan (isi) beberapa hadits yang mereka cocoki saja, namun dipergunakan untuk menjustifikasi pemahamannya secara dhahir, dan sayangnya mereka tidak mampu menengok bagaimana para ulama terdahulu telah membahasnya secara detail dengan berbagai macam tinjauan dari beberapa disiplin ilmu.
Maka ilmu yang telah dihasilkan oleh para ulama Salaf itu tiba-tiba saja dibatalkan oleh pendapat yang baru bermunculan di akhir zaman ini.
Hal yang seperti itu sangat berbeda jauh dengan metode pembelajaran yang dilakukan oleh ayah saya, Prof. DR. Sayyid Muhammad Alwi Almaliki beserta para masyayekh lainnya, mereka ini selalu mengadopsi pemahaman ilmu agama dari para ulama Salaf terdahulu melewati silsilah sanad keilmuan dari para gurunya secara estafet.
Di samping ayah saya dikenal sebagai Imam Ahlus Sunnah wal Jamaah dewasa ini, maka ayah saya, Prof. DR. Sayyid Muhammad Alwi Almaliki adalah seorang pendidik murni nan sejati.
Beliau juga selalu meniru dan menerapkan tata cara para ulama Salaf dalam mendidik murid-muridnya.
Di antaranya beliau menerapkan metode talaqqi atau belajarnya para murid dengan bertemu gurunya secara langsung dalam kurun waktu yang tidak sebentar. Metode talaqqi ini termasuk metode yang diterapkan juga saat ayah saya menjadi murid pada usia menuntut ilmu.
Ayah saya dulunya belajar kepada kakek saya, Sayyid Alwi bin Abbas Almaliki dan juga kepada para gurunya yang lain.
Di samping mendapatkan ilmu, maka beliau juga mendapatkan pelajaran secara langsung tata cara beribadah kepada Allah dan tata cara bergaul serta bermasyarakat yang baik dan islami dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Demikian juga kakek saya serta para masyayekh lainnya yang satu pemahaman dalam keyakinan beraqidah, maka pada saat usia menuntut ilmu, mereka mendapatkan metode yang sama dari guru-gurunya.
Maka metode talaqqi dari guru ke murid ini tiada lain termasuk metode pembelajaran yang diterapkan oleh Rasulullah SAW terhadap para Shahabat RA, dan diterapkan oleh para Shahabat terhadap para Tabi’in, demikian seterusnya hingga berlanjut pada masa para ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah yang hidup di jaman sekarang.
Di samping mereka belajar berbagai macam disiplin ilmu agama, maka mulahadzah (perhatian langsung) dari para gurunya itu sangat penting untuk mencetak dan membentuk jiwa-jiwa yang islami dan figur-figur yang syar’i serta tokoh-tokoh yang berakhlaq nabawi.
Dengan demikian maka setiap tokoh ulama yang dihasilkan dari penerapan metode talaqqi, dapat mengatakan: “Berkata guru saya Imam Fulan bin Fulan …. begini dan begitu.”.
Seperti yang sering dilakukan ayah saya, Prof. DR. Sayyid Muhammad Alwi Almaliki, beliau mengatakan: “Ayah saya, Sayyid Alwi bin Abbas Almaliki meriwayatkan dari gurunya… begini dan begitu.”
Di antara metode dakwah yang diterapkan oleh ayah saya juga adalah mendirikan Pesantren, membuka Majelis Ta’lim, mengadakan Safari Dakwah dan mengarang kitab dengan berbagai macam disiplin ilmu.
Ada banyak kitab (sekitar 50 judul, pen) yang telah diterbitkan oleh ayah saya, ada yang membahas tentang ketauhidan, sejarah hidup Rasulullah SAW, fiqih haji, usul fiqih, isra’ mi’raj, dan lain sebagainya.
Kitab-kitab tersebut dicetak sendiri oleh ayah saya dengan jumlah yang cukup besar, dan dibagikan secara cuma-cuma di saat beliau masih hidup, disebarkan baik di Makkah dan Madinah, serta di berbagai negara lainnya termasuk di Indonesia dan Malaysia.
Kitab-kitab itu sekarang sudah berkembang di tengah masyarakat dunia, dan banyak dari kalangan para ulama serta umat Islam yang mengambil faedah darinya.
Semoga Allah selalu merahmati ayah saya, Prof. DR. Sayyid Muhammad Alwi Almalkki Alhasani. KH Lutfi Bashori

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *