2

Dari Nutfah Menjadi Sempurna

Posted by

Suatu kali ketika Nabi Muhammad SAW dituduh sebagai pengarang Qur’anul Kariim oleh orang-orang jahil, Allah menantang mereka untuk menciptakan satu surah saja yang bisa menandinginya. Tantangan ini memberikan gambaran bahwa sesungguhnya kitab suci ini adalah suatu keajaiban, cahaya dan petunjuk yang tidak mampu dibuat selain oleh Dzat yang kekal. Bahkan didalam kalam yang lain Allah menegaskan jika saja manusia dan jin berkumpul untuk membuatnya, maka mereka tidak akan dapat membuat yang serupa sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.

 

Tidak terbantahkan lagi, ketidak-mampuan manusia itu diakibatkan karena Qur’an memiliki suatu daya tarik, petunjuk ilmu, gaya bahasa yang indah serta susunan yang teramat rapi. Bagaimana mungkin seseorang kala itu mampu menyibak rahasia alam dan diri mereka sendiri sementara perkembangan ilmu sangat terbatas. Namun, Al-Qur’an tampil sebagai petunjuk yang mampu membeberkan rahasia dibalik ciptaan Sang Khaliq.

Salah satu bukti keajaiban penyampaian ilmu dalam Al-Qur’an terdapat dalam surat Al-Mu’minuun ayat 12-14

 

artinya : Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci lah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.”

Berbagai teori kemudian muncul untuk memecahkan misteri tahapan penciptaan manusia. Sejarah mencatat Aristoteles lah yang pertama kali mengemukakan pendapatnya yaitu sekitar 350 tahun sebelum Masehi. Ia adalah seorang filosof kenamaan kala itu yang hampir semua pendapatnya diterima oleh umum. Menurutnya, perkembangan janin manusia dibagi menjadi dua tahap. Dimulai dari air mani laki-laki atau wanita dan ada makhluk-makhluk sangat kecil yang berkembang di dalam rahim, kemudian pembentukan manusia terjadi dari darah haid yang dibekukan oleh sperma. Teori Aristoteles ini sangat berpengaruh terhadap mayoritas ahli filsafat pada abad pertengahan hingga zaman modern. Bahkan, para filosof muslim juga mengadopsi pendapatnya. Ibnu Hajar yang hidup pada abad empat belas Masehi pernah mensinyalir bahwa kebanyakan ulama mengatakan cairan mani laki-laki memiliki peran dalam pembentukan janin dalam rahim. Tetapi, pengaruhnya sebatas pada proses pembekuan yang terjadi pada darah haid.

Tidak ada seorang ilmuwan pun yang mampu menyangkal teori ini hingga sekitar 2000 tahun kemudian ketika muncul seorang ilmuwan bernama Redi pada tahun 1668 M dan Pasteur di tahun 1864 M. Merekalah yang mampu menguak misteri ini. Tetapi, Al-Qur’anul-Kariim telah menentang teori Aristoteles sebelum munculnya Redi sekitar 1100 tahun sebelumnya. Ayat-ayat mulia Allah sekali lagi tampil sebagai pendobrak pintu kegelapan ilmu dengan mengemukakan fakta penciptaan manusia yang rumit dan ajaib. Baru setelah teori Redi diterima, muncullah beberapa peneliti lain seperti Wolff, Pander, Von Bear, Leevwen Hovk, Prevost, Dumas, Schwann, Schleiden, Hertwing serta Van Benden. Semuanya setuju ada tahapan-tahapan yang harus dilalui setelah penyatuan sel sperma dan ovum yang kemudian menjadi cikal bakal manusia dan tiada satu pendapat pun yang berseberangan dengan apa yang telah disebutkan dalam kitab suci kita. Subhanallah !

Disinilah kemudian manusia bertekuk lutut dihadapan berbagai penemuan ilmiah yang berdasarkan bukti Qur’an. Allah berfirman :

Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah ? Padahal Dia sesungguhnya telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkakatan kejadian.” (Nuh 13-14)

Tahap-tahap yang tersebut dalam Surat Al-Mu’minuun 14 yaitu Nuthfah (bercampurnya sperma), Alaqoh (segumpal darah), Mudhghah (segumpal daging), ’Idhaam (tulang belulang) serta tulang-belulang yang dibungkus dengan daging tak dapat dipungkiri oleh para peneliti embriologi (ilmu yang mempelajari perkembangan janin). Meskipun belum diketahui dengan amat jelas, namun sejauh ini teori terakhir yang dikemukakan tentang perkembangan janin dalam rahim tidak bertentangan dengan Al-Qur’an.

Jika ditinjau dari segi biologi, proses ini dimulai ketika sperma telah disemprotkan ke dalam kemaluan wanita. Dalam waktu 10 menit setelah disemprotkan sebagian sel-sel sperma sudah mencapai saluran indung telur. Sperma yang mungkin hanya 5 cc ini memiliki sel spermatozoa kurang lebih 60 hingga 200 juta. Bagian kepala dari sperma memiliki cadangan makanan untuk bisa hidup selama 48 jam dalam rahim. Selama 2 hari tersebut sperma akan bertahan di dalam rahim tepatnya dalam saluran indung telur untuk kemudian melakukan pembuahan. Bayangkan saja, sperma yang panjangnya hanya setengah mikron (=5×10-5cm atau 0,00005cm) harus menempuh perjalanan sepanjang rahim dan saluran indung telur yang panjangnya lebih dari 20 cm, sedangkan perjalanan itu hanya ditempuh dalam waktu 10 menit. Ini sama halnya jika kita harus berlari sejauh 400 kilometer dalam waktu 10 menit.

”Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia.” (Yasin 82).

Pergerakan sperma itu tidak terjadi dengan sendirinya, ia harus menunggu sinyal kimia yang dikirim oleh sel telur.

Segera setelah sel sperma bertemu sel telur terjadilah pembuahan atau fertilisasi. Sel sperma mengeluarkan enzim penghancur lapisan terluar telur agar bisa masuk. Dari sekian puluh bahkan ratusan juta sperma hanya satu sel saja yang berhasil masuk dan membuahi telur. Proses ini berakhir dengan terbentuknya zigot (calon janin) yang memiliki 2 sel. Dalam waktu sehari akan membelah menjadi 8, 16, 32 sel dan seterusnya. Setelah membentuk bulatan kecil yang mulai kuat strukturnya, zigot ini akan turun ke rahim dan mengadakan transplantasi (menanamkan diri). Tahap ini terjadi setelah 15 hinga 21 hari, yang dalam Qur’an disebut Alaqoh.

Selanjutnya adalah mudhghah yaitu pada minggu kelima hingga kedelapan. Allah meniupkan ruh lalu jiwa kita berikrar kepadaNya kala itu.  Pada fase ini mulai terlihat bentuk kepala dan badan meskipun besarnya janin tidak lebih panjang dari bulu mata anda. Belum ada tulang yang terbentuk kecuali calon tulang belakang yang tampak seperti ekor. Pada akhir minggu kedelapan ukuran janin sudah sebesar hidung dan sudah tampak mata, hidung, telinga, mulut, calon lengan dan kaki. Pada tahap ini biasanya calon bayi disebut dengan istilah fetus.

Penyempurnaan tahap selanjutnya adalah pembentukan tulang-tulang lengan, kaki, iga, rahang dan kepala. Setelah terbentuk, tulang-tulang ini akan segera diselimuti oleh daging yang melekat erat. Maha benar Allah yang mengemukakan semua itu 14 abad silam sebelum manusia sempat mengerti dan menelaah apa yang terjadi dalam rahim. Subhanallahu ’allamal insaana ma lam ya’lam.

Memasuki bulan keempat akan terjadi proses diferensiasi atau penyempurnaan organ-organ dalam serta panca indra. Jantung mulai terbagi menjadi empat ruang dan sudah mampu memompa darah. Alat-alat pencernaan, pernafasan dan urinalis (perkencingan) saling bertautan membentuk sebuah sistem yang sempurna sembari otot dan tulang semakin besar ukurannya.

Allah telah menetapkan kejadian urutan ini dengan sangat teratur. Hari berganti hari, minggu berganti bulan fetus semakin matang dan siap untuk dikeluarkan dari kandungan. Ketika volume pembesaran perut sang ibu sudah mulai terbatas, ketika ukuran tubuh sang bayi sudah melebihi elastisitas perut ibu dan ketika cadangan makanan bayi melalui plasenta sudah tidak lagi mampu mencukupi kebutuhannya maka suatu protein yang dikenal dengan nama surfactant diproduksi dalam jumlah banyak. Zat ini berfungsi untuk mematangkan paru, membuka kantung-kantung udara dan menjaga tekanan permukaan kantung-kantung itu agar organ paru bisa difungsikan. Dengan matangnya paru berarti janin sudah siap untuk dilahirkan.

Siapakah gerangan yang mengatur dan menggerakkan banyak rahasia yang sungguh menakjubkan dalam berbagai perubahan dan sistem kerja yang unik ini !!

Dialah Allah yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang mempunyai Nama-Nama yang paling baik. Bertasbih kepadaNya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dialah yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (Al-Hasyr 24). Demikianlah, betapa pun Al-Qur’an itu mengandung berbagai kenyataan ilmiah yang seiring dengan berbagai penemuan modern, tetapi muatan Al-Qur’an itu jauh lebih penting dari sekadar menjawab ilmu pengetahuan.

Semua ilmu yang terkandung dalam Al-Qur’an adalah stimulan bagi seorang muslim untuk memberdayakan pikirannya. Kajian ilmu didalamnya juga mengantarkan seorang muslim untuk tidak menyekutukan Allah. Seorang yang meneliti seluk-beluk jasad manusia ini seharusnya selalu menghubungkannya dengan Kekuatan Sang Khalik. Semua penciptaan yang sangat rumit dan teratur tidak mungkin terjadi dengan sendirinya. Tujuan akhir yang harus dipampang di hadapan mata seorang muslim dalam mendalami berbagai ilmu ini hendaknya hanya untuk mengokohkan aqidah kepada Allah semata.

Alangkah ruginya kita setelah dilukis oleh Allah dalam rahim dengan sebaik-baik lukisan lalu kita membalasnya dengan sejelek-jeleknya lukisan yaitu catatan dosa yang berhasil dibukukan oleh malaikat ’Atiid . Oleh karena itu terserah kepada kita, apakah kita mau memperkecil atau memperbesar amal dan perbuatan jahat. Kita diberi kebebasan tetapi harus bertanggung jawab terhadapnya. Dan pada saatnya kita mati, daftar itu ditutup dan digantungkan pada leher, masuk bersama-sama kita ke dalam kubur sampai kita dibangkitkan pada Hari Kiamat nanti. Dalam surat Yasin 77 disebutkan :

”Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!

Terpujilah Kekuatan Unik yang menggambar lukisan tak berbanding dan mengherankan dari suatu tetes cairan dalam ruangan gelap rahim. Terpujilah Pengetahuan dan Kebijaksanaan yang menciptakan semua bakat, kemampuan dan potensi dari makhluk yang sempurna. Terpujilah Allah SWT atas kreasiNya yang unik.

  1. A. Anies Shahab

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *