10

Inspirasi Dari Abuya Sayid Ahmad Al-Maliki

Posted by

Berikut adalah rangkuman dari tausiyah Sayid Ahmad Al-Maliki dalam Safari Dakwah beliau di Johor Malaysia:

Jika kita keluar dari rumah, maka yang terbaik itu diniati ikut andil dalam berdakwah menyebarkan kebenaran agama Islam di muka bumi.

Para ulama Salaf telah memberi contoh dalam kehidupan mereka, yaitu selalu menyampaikan ajaran Islam sesuai dengan apa yang difirmankan oleh Allah dan yang disabdakan oleh Rasulullah SAW, tentunya dengan standar pemahaman para ulama Salaf Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

Dari sekian banyak para ulama Salaf yang patut dicontoh oleh umat Islam, khususnya bagi para pencari ilmu, ada satu figur fenomenal, yaitu Al-Imam Assyafi’i.

Apalagi bagi warga Nusantara, maka figur Imam Syafi’i adalah panutan yang sangat ideal, jadi wajib bagi masyarakat Nusantara untuk memegang teguh ajaran madzhab Assyafi’i.

Sekalipun saya sendiri (Abuya Sy. Ahmad Almaliki) bermadzhab Maliki mengikuti pilihan para leluhur keluarga, tapi saya menekankan agar warga Nusantara jangan keluar dari madzhab Syafi’i.

Ketokohan Imam Syafi’i tidak perlu diragukan lagi. Figur beliau radhiyallahu ‘anhu itu sangat sesuai dengan hadits Al-Aimmatu min quraisy (para imam/panutan yang utama itu dari bangsa Quraiys), dan Imam Syafi’i termasuk salah satu pembesar dari bangsa Quraisy.

Para ulama Salaf menekankan agar umat Islam yang ikut terjun berdakwah, hendaklah menggunakan manhaj (metode) dakwah yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW, para Shahabat, Tabi’in dan para Salaf terdahulu.

Sedangkan manhaj dakwah Imam Syafi’i yang lebih menfokuskan pada dunia ilmiah termasuk salah satu manhaj dakwah yang harus tetap dilestarikan.

Imam Syafi’i di saat hidup pada zamannya, beliau terkenal sebagai ulama ahli Alquran, Ahli Tafsir, Ahli Hadits, Ahli Sanad, Ahli Fiqih dan Ushul Fiqih, Ahli tata bahasa Arab, Ahli sastra Arab, Ahli istiqra’ (penelitian sebagaimana umumnya yang dilakukan oleh para ilmuwan), dan ahli dalam berbagai macam disiplin ilmu agama yang diperlukan bagi seorang mujtahid mutlaq.

Tentunya figur Imam Syafi’i bukanlah seperti sebagian orang-orang jaman sekarang yang hanya hafal 10 matan (isi) hadits, sudah berani berijtihad bahkan berani menyalahkan hasil ijtihad para ulama Salaf terdahulu.

Kelompok semacam ini seringkali mendakwahkan diri sebagai pengikut Alquran dan Hadits serta secara terang-terangan menolak hasil ijtihad para ulama Salaf.

Sedangkan ulama seperti Imam Syafi’i, termasuk Imam Hanafi, Imam Maliki dan Imam Hanbali itu mempunyai silsilah sanad ilmu (hadits dan lainnya) sambung mulai dari gurunya, kepada generasi gurunya yang di atasnya lagi termasuk ada yang sambung kepada generasi para Tabi’in hingga sambung kepada para Shahabat sebagai murid-murid langsungnya Rasulullah SAW.

Khususnya untuk Imam Syafi’i, beliau ada tambahan keistimewaan karena termasuk dari Bani Hasyim yang satu nasab keturunan dengan Rasulullah SAW.

 

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *