Nasehat dan Wasiat Habib Sholeh al-Hamid Tanggul

Posted by

Beliau banyak berwasiat tentang pentingnya berbakti kepada kedua orang tua dan memberi peringatan yang cukup keras pada anak yang durhaka. Tentang mendirikan sholat, sholat adalah tiang agama dan perekat hubungan antara seorang hamba dengan Tuhannya, kedudukannya dalam Agama ibarat kepala dalam anggota badan. Barang siapa yang tidak sholat maka ia tidak beragama seperti tidak akan ada kehidupan bagi orang yang tidak mempunyai kepala.

Beliau juga banyak berpesan kepada para da’i agar selalu menyampaikan keutamaan berbakti kepada kedua orang tua dan peringatan bagi yang durhaka, tentang pentingnya silaturrahmi dan melaksanakan sholat serta peringatan bagi yang meninggalkannya.

Jika kebetulan ada penceramah yang lalai untuk menyampaikan hal-hal yang telah di pesankan, maka dengan segera beliau bangkit ke atas mimbar bagaikan singa yang siap mencengkram dengan lantang beliau kembali mengingatkan tentang hal-hal tersebut.

Tak henti-hentinya menyerukan agar berpegang teguh dengan toriqoh dan ajaran mereka serta mengikuti jejak mereka. Apabila ada orang-orang yang menyimpang dari petunjuk dan perjalanan mereka, beliau sangat mencelanya. Aku (kata penulis manaqib) sering kali mendengar beliau menyampaikan dua bait syiir Ahabib Ali Alhabsyi : “Barang siapa yang tidak berjalan diatas jalan para leluruhnya ia akan hancur dan terlapas dari ikatan- wahai para keturunan yang mulia sambunglah selalu ikatan ittiba’ (mengikuti jejak) “.

Begitupun bagi orang-orang yang tidak berpakaian seperti para salafnya beliau sangat membencinya. Tujuan beliau yang mulia ini tiada lain untuk menarik dan mendekatkan dengan kebaikan dan orang-orang yang baik. karena sesungguhnya menyerupai orang- orang yang baik akan menyebabkan keberuntungan yang besar. Berapa banyak orang-orang yang lalai  yang telah diberi hidayah oleh Allah dan berapa banyak orang yang bodoh dan lupa terhadap akhiratnya telah sadar  dengan sebab perantaranya.

Beliau merupakan figur seorang yang selalu menyampaikan yang haq dan tiada takut cacian orang dalam  menegakkan Agama Allah ini. Selalu memberi kabar gembira bagi yang mendengarkan nasihat-nasihatnya,  tak pernah mempersulit atau membuat orang semakin jauh dari agama karena fatwanya. Selalu mengambil yang termudah untuk di kerjakan dengan tanpa mencari-cari yang enak-enak saja. Berkata penulis manaqib ini suatu hari beliau berkata kepadaku  “Ambillah yang mudah untukmu dan tinggalkanlah segala yang sulit “.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *