2

Ketegaran Sahabat Wanita

Posted by

Diceritakan dari Ummu Sulaim rha, istri dari Abu Thalhah ra. Beliau rha menuturkan :
Suatu hari, ketika suamiku Abu Thalhah sedang pergi mencari nafkah untuk keluarganya dan beliau sendiri dalam keadaan berpuasa, dan ketika itu putraku meninggal dunia. Tentunya hatiku merasa sedih dengan keadaannya. Jenazahnya kuselimuti dan kuletakkan di pojok rumah. Tak lama kemudian, suamiku Abu Thalhah ra pulang kerumah. Kulihat beliau dalam keadaan lelah dan lapar, dan sangat tidak tepat bagiku jika harus menyambutnya dengan berita duka. Lalu kuusiapkan makanan dan beliau pun berbuka puasa.

“Bagaimana keadaan putra kita?” tanyanya kepadaku.

“Alhamdulillah, keadaannya jauh lebih baik dari sebelumnya. Sekarang ia lebih tenang, tidak lagi merasa kesakitan,” jawabku kepadanya. Aku yakin bahwa jawabanku jujur dan tepat dengan keadaannya saat ini, serta aku yakin bahwa pada saat ini putraku yang belum memiliki dosa itu berada di surga Allah Ta’ala.

Lalu, dimalam itu aku berhias dan berdandan. Aku bersabar sehingga aku menyembunyikan semua kesedihan tersebut di balik wajah yang berseri-seri penuh senyum. Belum pernah aku berdandan sebaik hari itu, sehingga di malam itu Abu Thalhah berhubungan denganku. Keesokan harinya, aku berkata kepadanya, “Apakah engkau tidak merasa heran dengan tetanggamu?”

“Apa yang terjadi dengan mereka?” Tanyanya.

“Mereka diberi pinjaman, tetapi ketika barang pinjaman mereka diminta kembali, mereka merasa sedih dan berkeluh-kesah.”

“Betapa buruknya sikap mereka itu,” ujar Abu Thalhah ra.

“Ketahuilah, putramu juga merupakan sebuah pinjaman dari Allah SWT dan kini Allah telah memintanya kembali.” Jawabku kepadanya.

Mendengar berita kematian putranya tersebut, Abu Thalhah ra terkejut, bingung dan bimbang atas sikap istrinya tersebut. Benarkah yang ia lakukan, sang anak meninggal dunia, sedangkan ia tetap berdandan untuk menyenangkan dan melayani suaminya dengan baik. Lalu beliau ra memuji Allah SWT, dan mengucapkan kalimat “Inna lillaahi wa inna ilaihi raaji’uun”. Kemudian di pagi itu, beliau ra menghadap Rasulullah SAW dan menceritakan peristiwa yang baru saja beliau ra alami. Setelah mendengar cerita dari Abu Thalhah ra tersebut, Rasulullah SAW membenarkan tindakan Ummu Sulaim rha bahkan mendoakan keduanya. Beliau SAW bersabda :

“Ya Allah, berkatilah mereka dalam (hubungan keduanya) tadi malam”

Pembawa cerita ini berkata, “Berkat doa Rasulullah SAW, aku melihat 7 putra dari Abu Thalhah ra berada di dalam masjid dan mereka semua adalah ahli Al-Qur’an”.

Diriwayatkan dari Sahabat Jabir ra bahwa Rasulullah SAW bersabda :

“Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku masuk ke dalam surga, kemudian aku melihat ada di dalamnya Rumaisha’, istri dari Abu Thalhah ra”.

Mereka berdua telah bersungguh-sungguh dalam melaksanakan sabda baginda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi :

“Sabar itu pada pukulan pertama.” (HR Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’I, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Allah SWT mewahyukan dalam QS. Al-Baqarah, ayat 155-156 :

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’un'”. (QS. Al-Baqarah : 155-156)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *