2

Hukum Penceramah Wanita

Posted by

Bagaimana hukumnya orang laki-laki mengaji kepada perempuan (seperti pengajian umum yang diceramahi oleh ibu nyai) dan disertai alunan lagu atau musik yang romansa ?

 

Sunoyo

081750765XX

 

Salah satu alasan yang memperbolehkan saling melihat antara laki-laki dan perempuan, adalah belajar atau mengaji ilmu agama, baik ilmu mengenai hal-hal yang wajib, atau sunnah menurut sebagian ulama’, demikian ini apabila tidak terdapat pengajar sejenis dan tidak dapat dilakukan dibelakang tirai/satir. Melihat kenyataan yang terjadi saat ini, dimana pengajian yang disampaikan oleh perempuan dilakukan diatas podium, serta kadang-kadang bercampur antara laki-laki dan perempuan, sebagaimana yang anda singgung dalam pertanyaan, padahal masih banyak orang sejenis yang dapat menyampaikannya, rasanya sulit untuk dijadikan alasan pembenaran, apalagi disertai alunan lagu-lagu atau musik yang jelas-jelas diharamkan, maka tentu hukumnya jelas HARAM pula. Kalau memang berniat untuk menyampaikan pesan-pesan agama, mengapa harus diertai sesuatu yang jelas-jelas melanggar agama, ironis sekali kan ?. Sungguhpun demikian, menurut madzhab Maliki, dan Imam Rofi’I dari kalangan madzhab Syafi’I, melihat wajah perempuan apabila tidak disertai rasa senang memandang wajahnya, hukumnya diperbolehkan, demikian juga diperbolehkan menurut pendapat sebagian ulama’ madzhab Syafi’I, bagi perempuan melihat wajah laki-laki, asalkan tidak disertai rasa senang dengan memandang wajahnya. Apabila mengacu pada dua pendapat tersebut, pengajian yang disampaikan oleh laki-laki dihadapan kaum wanita, tentu diperbolehkan, demikian juga pengajian yang disampaikan oleh perempuan dihadapan kaum laki-laki, dengan syarat tidak tercampur dengan sesuatu yang diharamkan, seperti bercampurnya antara pengunjung laki-laki dan perempuan, tidak terdapat kemungkaran seperti permainan musik dan lain-lain. Namun demikian, apabila masih terdapat orang sejenis yang dapat menyampaikan pengajian, sebaiknya pengajian kaum laki-laki tidak disampaikan oleh perempuan/Ibu Nyai, demikian pula sebaiknya, toh masih banyak para kiyai atau ustadz yang lebih mampu. Lihat : At-Tuhfah Syarah al-Minhaj hal : 204 juz Vll, al-Mahalli hal : 211 juz :lll,  Hasyiyah Iqna’ lil Khotib hal : 398 juz: l , Hasyiyah Ad-dusuqi hal :  214  juz l .

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *