index

Ghibah Tidak Hanya Dengan Ucapan

Posted by

index

Sebagaimana kita ketahui bahwa menyebut aib seseorang dengan lisan(baik dengan kalimat yang jelas Tasrih atau dengan sindiran Ta’ridh jika hal itu membuat lawan bicara kita memahami maksud ucapan tersebut) itu haram, maka demikan juga sama halnya jika berghibah dengan tulisan (seperti yang terdapat dalam beberapa tabloid yang menceritakan aib orang lain) kecuali karena adanya urgensi (kepentingan tertentu untuk menyebutnya). karena dalam Qo’idah disebutkan “ Al- qolam ahadul- Lisananini “ bahwa pena adalah salah satu dari dua lisan. Artinya apa yang haram diucapkan juga haram dituliskan, karena pena adalah lisan yang tak berkata- kata, sebagaimana apa yang haram didengar juga haram untuk dibaca.

Selain dengan tulisan juga haram Ghibah dengan gerakan badan, hal itulah yang disebut dengan istilah Muhakah (menirukan gerakan orang lain) seperti menirukan cara berjalan orang lain dan sebagainya. Adapun tentang lintasan hati maka jika itu sebatas Khowatir dan haditsun- Nafsi (lintasan hati belaka) hukumnya (Ma’fu) dimaafkan, kecuali jika mengarah kepada Su’udzon (berburuk sangka) maka itu haram sekalipun tidak terucap.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *