tanya_jawab_ringan_seputar_tauhid_by_beginwiths-d798tma

YESUS PUN MENGAJARKAN TAUHID

Posted by

tanya_jawab_ringan_seputar_tauhid_by_beginwiths-d798tma

Secara etimologi kata Tauhid yang berasal dari bahasa Arab berarti mengesakan. Kata Tauhid adalah bentuk masdar (infinitif) dari kata kerja lampau wahhada yang merupakan derivasi dari akar kata wahdah. Dalam ajaran Islam, Tauhid berarti keyakinan akan keesaan Allah.

Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (al-Baqarah: 163).

Formulasi Tauhid yang paling singkat, padat, dan tegas ialah kalimah thayyibah “Laa ilaaha illallah” yang berarti tidak ada Tuhan selain Allah. Kalimah thayyibah ini merupakan kalimat penegas dan pembebas bagi manusia dari segala pengkultusan dan penyembahan terhadap makhluk.

Tauhid Merupakan Ajaran Semua Nabi / Rasul Allah

Ajaran Tauhid bukan hanya ajaran Nabi Muhammad SAW akan tetapi merupakan ajaran semua Nabi/Rasul yang diutus oleh Allah SWT sejak zaman Nabi Adam. Allah SWT berfirman :

!$tBur $uZù=y™ö‘r& `ÏB šÎ=ö6s% `ÏB @Aqߙ§‘ žwÎ) ûÓÇrqçR Ïmø‹s9Î) ¼çm¯Rr& Iw tm»s9Î) HwÎ) O$tRr& Èbr߉ç7ôã$$sù ÇËÎÈ

 

Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.”(al-Anbiya’: 25).

Nabi Nuh AS mengajarkan Tauhid

Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata: “Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya.” Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar (Kiamat). (al-A’raf: 59),

Nabi Hud AS mengajarkan Tauhid (QS Hud: 50),

Nabi Shalih AS mengajarkan Tauhid (QS Hud: 61)

Nabi Syu’aib AS mengajarkan Tauhid (QS Hud: 84)

Nabi Musa AS mengajarkan Tauhid (QS Thoha: 13-14)

Nabi Ibrahim, Nabi Ishaq, dan Nabi Ismail AS mengajarkan Tauhid (QS al-Baqarah: 133)

Nabi ‘Isa AS juga mengajarkan Tauhid (QS al-Maidah: 72)

Ajaran Tauhid Para Nabi Dalam Alkitab

Sejalan dengan Al-Quran, ternyata Alkitab yang merupakan Kitab Suci umat Kristen juga mengajarkan tentang Keesaan Allah. Para nabi yang ada dalam Alkitab tersebut dengan tegas mengatakan bahwa Allah itu Esa dan hanya kepadanyalah menyembah.

  1. Tauhid Nabi Musa

Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia. (Ulangan 4: 35)

Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! .(Ulangan 6: 4)

Lihatlah, Aku Allah Yang Esa, tak ada Allah kecuali Aku. Aku membunuh dan menghidupkan, melukai dan menyembuhkan. Bila Aku bertindak, tak seorang pun dapat melawan. (Ulangan 32: 39)

  1. Tauhid Nabi Daud

Engkau sungguh besar, ya TUHAN Allah! Hanya Engkaulah Allah, tidak ada yang sama dengan Engkau. Kami tahu hal itu sebab sudah diberitahukan sejak dahulu. (II Samuel 7: 22)

Ya TUHAN, tak ada ilah seperti Engkau, tak ada yang melakukan apa yang Kaulakukan. (Mazmur 86: 8)

3.Tauhid Nabi Sulaiman

Dan berdoa, “TUHAN, Allah Israel! Di langit atau pun di bumi tak ada yang seperti Engkau! Engkau menepati janji-Mu dan menunjukkan kasih-Mu kepada umat-Mu yang setia dan taat dengan sepenuh hati kepada-Mu.(I Raja-raja 8: 23)

 

Yesus Mengajarkan Tauhid Bukan Trinitas

Agama Kristen sangat tersohor dengan dogma Trinitasnya. Istilah “Trinitas” berasal dari Bahasa Inggris “triunity” yang merupakan gabungan dari kata “tree” yang berarti “tiga” dan “unity” yang berarti “kesatuan.” Jadi kata-kata ini digunakan untuk menekankan kesatuan di antara pribadi dalam Trinitas, tetapi juga menekankan keterpisahan dan kesetaraan dari tiga pribadi dalam Trinitas. Sebuah definisi yang baik tentang Trinitas menyatakan “Ada satu Allah yang benar dan satu-satunya, tetapi di dalam keesaan dari Keallahan ini ada tiga Pribadi yang sama kekal dan setara, sama di dalam hakekat tetapi beda di dalam Pribadi” (Ryrie, Teologi Dasar, Jilid 1, hal. 72).

The Orthodox Christianity kemudian mendefinisikan lagi Trinitas sebagai: “The Father is God, the Son is God, and the Holy Spirit is God, and toqether, not exclusively, they form one God”. (Bapak adalah Tuhan, Anak adalah Tuhan, dan Roh Kudus adalah Tuhan, dan bersama-sama, bukan sendiri-sendiri, membentuk satu Tuhan.)

Berbagai formula atau teori sudah banyak disusun untuk merasionalkan teori Trinitas yang memang tidak pernah diajarkan oleh Alkitab, baik dalam Perjanjian Lama mau pun Perjanjian Baru. Sampai detik ini pun belum ada teori yang bisa diterima oleh akal sehat.

Tidak semua orang Kristen menerima dogma ini. Saksi Yehova contohnya. Aliran yang diagnggap sesat oleh gereja ini dengan tegas menolak konsep Trinitas dalam ketuhanan mereka. Yang lebih mengejutkan, Saksi Yehova menjelaskan bahwa sejak masa kerajaan Babilonia sudah terbiasa menyembah berhala, tiga Tuhan dalam satu. Kebiasaan ini juga banyak ditemukan di Mesir, Yunani dan Romawi, baik sebelum, selama mau pun sesudah Yesus. Setelah kematian murid-murid Yesus, kepercayaan penyembah berhala ini kemudian merasuk ke dalam agama Kristen. Dengan kata lain mereka ingin berkata bahwa Trinitas adalah ajaran yang diadopsi dari agama penyembah berhala.

Saksi Yehova mengungkapkan kerancuan dalam 3 poin berikut ini:

  1. Anda menegaskan bahwa Allah itu Esa (satu / monoteis).
  2. Kemudian anda mengatakan bahwa Allah itu memiliki tiga pribadi, tetapi bukan tiga Allah.
  3. Lalu anda katakan lagi bahwa tiga pribadi itu memiliki satu esensi atau hakekat (Yunani: Ousia) yang sama yaitu Allah.

Sungguh membingungkan dan kontradiktif

 

Alkitab telah memberikan kesaksian  bahwa  Yesus mengajarkan Tauhid bukan Trinitas. Misi yang ia bawa sama persis dengan misi Nabi dan Rasul yang diutus sebelumnya, yakni mengesakan Allah.

Yesus berkata:

“Janganlah  kamu  menyangka,  bahwa Aku  datang  untuk  meniadakan hukum  Taurat  atau  Kitab  para  Nabi.  Aku  datang  bukan  untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena  Aku  berkata kepadamu:  Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan  bumi  ini, satu  iota  atau  satu titikpun tidak akan ditiadakan  dari  hukum Taurat,   sebelum  semuanya  terjadi.  (Matius 5:17-18)

Dengan sangat gamblang Yesus berkata bahwa ia datang bukan untuk membawa ajaran baru, melainkan meneruskan apa yang sudah diajarkan oleh para Nabi dan Rasul yang diutus sebelum dirinya. Dalam hal Aqidah pun demikian pula. Yesus mengajarkan Tauhid bukan Trinitas.

Bukti Yesus mengajarkan Tauhid bisa kita lihat dalam beberapa ayat dibawah ini:

Yesus menjawab, “Perintah yang pertama, ialah: ‘Dengarlah, hai bangsa Israel! Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa.” (Markus 12: 29)

Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. (Yohanes 17: 3)

Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku. (Yohanes 5:30)

 

Allah SWT berfirman:

ô‰s)©9 txÿŸ2 tûïÏ%©!$# (#þqä9$s% žcÎ) ©!$# ß]Ï9$rO 7psW»n=rO ¢ $tBur ô`ÏB >m»s9Î) HwÎ) ×m»s9Î) ӉÏnºur 4 bÎ)ur óO©9 (#qßgtG^tƒ $£Jt㠚cqä9qà)tƒ £`¡¡yJu‹s9 šúïÏ%©!$# (#rãxÿx. óOßg÷YÏB ëU#x‹tã íOŠÏ9r& ÇÐÌÈ

 

“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan bahwa Allah salah satu dari yang tiga, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.” (Al-Maidah: 73)

 

 

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *